Mahasiswa FISIP Unila Meninggal

Panitia Diksar FISIP Unila Bisa Dikenai Pasal Pembunuhan

Sultan menyebut ada indikasi korban dicekoki air oleh pelaku. Jika itu terbukti, para tersangka bisa dijerat pasal pembunuhan.

Panitia Diksar FISIP Unila Bisa Dikenai Pasal Pembunuhan
Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan
Pengacara korban Diksar, Sultan (tengah) didampingi ayah Aga, Denny Muhtadin (kanan) saat memberi keterangan pers di TPU Dusun Wonokarto, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Sabtu (26/10/2019). 

Panitia Diksar FISIP Unila Bisa Dikenai Pasal Pembunuhan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GADINGREJO - Proses autopsi jenazah Aga Trias Tahta (19), mahasiswa yang tewas saat ikut diksar UKM Cakrawala FISIP Universitas Lampung dikawal Sultan, kuasa hukum keluarga korban.

Polisi membongkar makam Aga di TPU Dusun Wonokarto, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Sabtu (26/10/2019).

Sultan adalah pengacara dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM (Paham).

Sultan mengapresiasi kinerja penyidik Polres Pesawaran saat melaksanakan autopsi.

Menurut dia, penyidik sangat profesional.

Dia mengungkapkan, autopsi merupakan tindak lanjut dari gelar perkara penyidik kepolisian dengan jaksa penuntut umum (JPU).

Sultan menyebut ada indikasi korban dicekoki air oleh pelaku.

Jika itu terbukti, para tersangka bisa dijerat pasal pembunuhan.

Diduga Tewas karena Dicekoki Air, Makam Mahasiswa FISIP Unila Dibongkar untuk Autopsi

Update Kasus Dugaan Penganiayaan Diksar Mahusa Unila, Ada Bukti Terbaru?

"Ada indikasi penggelonggongan (kepada korban). Itu kan termasuk dalam kategori pembunuhan," kata Sultan yang mendampingi ayah Aga, Denny Muhtadin.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved