Polisi Gagalkan Penyelundukan 12 Karung Daging Celeng di Pelabuhan Bakauheni

Polisi Gagalkan Penyelundukan 12 Karung Daging Celeng di Pelabuhan Bakauheni

Polisi Gagalkan Penyelundukan 12 Karung Daging Celeng di Pelabuhan Bakauheni
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Penangkapan daging celeng dan burung serta hewan dilindungi oleh KSKP Bakauheni. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan upaya pengiriman daging celeng (babi hutan) sebanyak 12 koli (karung).

Daging celeng yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi ini diamankan dalam pemeriksaan rutin di sea port interdiction Pelabuhan Bakauheni pada Jumat (25/10/2019) sekira pukul 16.45 WIB.

Daging celeng ini diangkut dengan menggunakan truk colt disel dengan nopol B 9552 GXR.

Daging celeng tersebut berasal dari Prabumulih dan hendak dibawa ke Jakarta.

BREAKING NEWS - Demo Mahasiswa Ingin Temui Gubernur Diwarnai Aksi Dorong Mendorong dengan Satpol PP

Peluang Balikan dengan Ariel Noah Bisa Terjadi, Luna Maya: Aku Menikmati Banget, Enak Banget. . .

“Daging celeng ini total beratnya mencapai 1,2 ton. Tidak ada dokumen pengangkutan seperti yang dipersyaratkan berdasarkan UU Nomor: 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan saat ekspose di KSKP Bakauheni, Senin (28/10/2019).

Untuk penanganan lebih lanjut daging celeng tanpa dokumen tersebut, kata M Syarhan, akan diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni.

Selain mengamankan daging celeng tanpa dokumen, lanjut M Syarhan, KSKP Bakauheni juga mengamankan ratusan ekor burung liar dan hewan dilindungan yakni 2 ekor monyet ekor panjang, 2 ekor beruk dan 1 burung hantu.

Hewan-hewan liar ini diamankan dari sebuah bus angkutan penumpang lintas pulau pada kamis (24/10) sekitar pukul 23.00 wib.

Hewan-hewan lian ini tidak dilengkapi dokumen resmi dan merupakan barang paket.

“Hewan-hewan liar ini diangkut bus angkutan penumpang lintas pulau dari Bandar Lampung dengan tujuan Jakarta,” terang AKBP M Syarhan.

Untuk burung-burung liar berjumlah 386 ekor dengan jenis perenjak.

Untuk burung-burung liar yang tidak termasuk hewan dilindungi dikirim dari Kotabumi.

Jokowi Akan Tawarkan Jabatan Ini ke Yusril Ihza Mahendra, Sekjen PBB: Tugas Ini Berat Sebenarnya

Sedangkan untuk monyet, beruk dan burung hantu dikirim dari Bandar Lampung.

“Kita melakukan koordinasi dengan JAN (Jakarta Animal Aid Network), Balai Konservasi Sumberdaya Alam Bengkulu–Lampung dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni," kapol KSKP AKP M. Indra Parameswara menambahkan.

"Hewan-hewan yang kita amankan, kita serahkan ke BKSDA,” imbuh M Indra Parameswara. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved