Tribun Lampung Tengah
Guru Honorer-Guru Ngaji di Lampung Tengah Pertanyakan Gaji dan Insentif ke Pemerintah
Masih belum jelasnya persoalan terkait pendapatan guru di Lampung Tengah membuat sebagian tenaga honor menagih janji pemerintah.
Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ANAK TUHA - Masih belum jelasnya persoalan terkait pendapatan guru di Lampung Tengah membuat sebagian tenaga honor menagih janji pemerintah.
Pasalnya, apa yang mereka dapat dari pekerjaan mereka dianggap tak sesuai dengan kebutuhan.
Tak hanya itu, status sebagai tenaga honor pun membuat mereka terbebani, pasalnya, hingga bertahun-tahun mengabdi sebagai pengajar status mereka tak kunjung diangkat sebagai tenaga tetap atau pegawai negeri.
Sri Lestari, salah satu guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kampung Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha misalnya, sudah enam tahun menjadi guru namun pendapatan mereka masih di bawah upah minimun regional (UMR).
"Upah kami masih jauh di bawah UMR. Status kami pun belum ada kejelasan sampai saat ini. Kami dijanjikan soal pengangkatan (pegawai negeri) tapi belum ada sampai sekarang realisasinya," ujar Sri Lestari, Jumat (1/11/2019).
Tak hanya itu, surat keputusan (SK) legalitas status mereka pun lanjutnya saat ini belum juga diberikan, padahal dengan adanya SK mereka berharap bisa kepada jenjang selanjutnya.
• Daftar Nama-nama PNS yang Lolos Seleksi Administrasi Lelang JPTP Pemprov Lampung
"Kami sudah dijanjikan akan diberikan SK (dari pemerintah daerah), tapi sampai saat ini tidak juga kami dapat. Padahalkan SK itu sangat penting buat kami dapat nonor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK)," terangnya.
Hal senada juga disampaikan Mardiyati, guru mengaji di Kecamatan Kalirejo. Ia meminta kepada pemerintah supaya dapat menganggarkan anggaran pendidikan bagi mereka.
Pasalnya, banyak guru mengaji yang saat ini memberikan ilmu mereka di kampung-kampung, kondisinya sangat memperhatikan, bahkan ada yang sama sekali tak mendapat insentif.
• Idham Azis Resmi Kapolri, Janji Tolak Polisi Bertamu di Rumah Dinas dengan Alasan Ini
"Kami mohon lah, supaya kami juga bisa dianggarkan dana untuk guru mengaji ini, supaya kami juga semakin semangat mengajarnya. Karena selama ini banyak guru mengaji di sini (Kalirejo) yang memang tidak mendapat perhatian (insentif) dari pemerintah daerah," kata Mardiyati.
Menyikapi persolan insentif bagi guru honorer dan guru mengaji, DPRD Lampung Tengah berharap, pemerintah bisa memperhatikan hal itu.
Wakil Ketua I DPRD Lamteng Yulius Heri mengatakan, memang masih ada keluhan sebagian guru yang ia dengar langsung supaya nasib dan kesejahteraan mereka terpikirkan.
Menurutnya, sebagian alokasi dana pendidikan yang ada selama ini di Lamteng, memang belum menyusur kepada kepada guru honorer dan guru mengaji secara keseluruhan.
"Supaya (pemerintah) bisa dianggarkan untuk gaji (insentif) mereka. Karena memang masih banyak pendapatan guru (honorer) yang gajinya di bawah upah minimum regional (UMR)," kata Yulius Heri, Jumat (1/11/2019).