Breaking News:

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung

BREAKING NEWS - Densus 88 Kembali Ciduk Terduga Teroris Warga Sukoharjo Pringsewu

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menjemput seorang pedagang yang diduga terpapar radikalisme di Pringsewu.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi - BREAKING NEWS - Densus 88 Kembali Ciduk Terduga Teroris Warga Sukoharjo Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Baru ciduk terduga teroris di Sribawono Lampung Timur, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kembali menjemput terduga teroris.

Kali ini Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menjemput seorang pedagang yang diduga terpapar radikalisme di Pringsewu.

Terduga teroris ini diketahui bernama SS alias R (44), warga Desa Waringin Sari Kec. Sukoharjo, Pringsewu.

Informasi yang dihimpun, S ditangkap saat berjalan menuju ke rumah sekitar pukul 12.35 wib, Jumat 22 November 2019.

Salah satu sumber polisi yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa penangkapan tersebut baru saja di lakukan.

"Iya, siang ini jam 12.35 wib," ujarnya.

2 Terduga Teroris Ditangkap di Lampung dalam 2 Hari, Polda Lampung Siaga

Masih kata dia, satu terduga yang diamankan ini merupakan anggota kelompok JAD

"Kelompok JAD pimpinan Ujang Saifurochman yang ditangkap pada Juni 2018 lalu," tandasnya.

Amankan Terduga Teroris di Lamtim

Satuan Tugas Wilayah Lampung Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama Polsek Bandar Sribhawono Lampung Timur berhasil meringkus terduga teroris berinisial AF (21).

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad membenarkan Densus mengamankan terduga teroris di Desa Sri Bhawono, Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 08.05 WIB.

Pandra menerangkan, AF diamankan saat sembunyi di rumah mertuanya.

Berdasarkan kartu identitas, AF merupakan warga Koja, Jakarta Utara. 

Dari catatan kepolisian, AF masuk daftar pencarian orang (DPO).

Rumah mertua AF, terduga teroris, di Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
Rumah mertua AF, terduga teroris, di Bandar Sribhawono, Lampung Timur. (Dok Rumah Warga)

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa ponsel.

 

“Jadi saat ditangkap terduga teroris ini tidak melakukan perlawanan. Rencananya, tersangka dibawa ke Mako Brimobda Lampung untuk dilakukan interogasi awal,” katanya.

Pandra menjelaskan, AF diduga sebagai anggota kelompok Anshar Daullah pimpinan Saheh alias Abu Ahmad.

AF diduga juga ikut merencanakan penyerangan Mapolda Lampung, Mako Brimobda Lampung, dan gereja yang ada di Bandar Lampung.

Polda Lampung siaga

Pasca penangkapan dua terduga teroris di Lampung, Polda Lampung bersiaga.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan terduga teroris AF di rumah mertuanya di Desa Sri Bhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 08.05 WIB.

Terakhir, Densus 88 kembali menangkap terduga teroris SS, warga Waringinsari, Sukoharjo, Pringsewu, Jumat (22/11/2019) siang.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya selalu mengantisipasi ancaman teror di objek vital.

"Kami memberikan ekstra pengamanan objek vital, apalagi memasuki Natal dan tahun baru bulan Desember. Untuk memberi kenyamanan, kami akan melakukan Operasi Lilin Krakatau 2019," katanya, Jumat (22/11/2019).

"Dengan harapan kami bisa menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan umat beragama serta warga masyarakat yang tengah berlibur," bebernya.

Tak hanya itu, kata Pandra, Kapolda terus menekankan untuk meningkatkan pengamanan.

"Kami senantiasa melakukam instruksi untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan, terutama menjaga kewaspadaan. Maka orang atau barang yang masuk ke mako ini harus diawasi," sebutnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk berperan serta dalam penanggulangan aksi terorisme.

"Jika mengetahui warganya, apalagi itu warga baru, senantiasa untuk dipantau aktivitasnya. Jika mencurigakan, bisa segera melapor ke Bhabinkamtibmas sekitar," tandasnya.

Bukan bahan peledak

Dua jam tim Densus 88 geledah rumah terduga teroris SS alias R (44).

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri amankan sejumlah buku tentang Jihad.

Informasi yang dihimpun, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penggeledahan sekitar pukul 13.00 wib.

Sekitar pukul 15.00 wib, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengakhiri penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan tim tidak menemukan bahan peledak, melainkan buku-buku Jihad.

Salah satu sumber polisi yang tak mau disebut namanya mengatakan penggeledahan dilakukan selama dua jam.

"Sudah selesai, (yang diamankan) ada buku-buku tentang Jihad, dan beberapa chips nomor HP dan HP," ucapnya, Jumat 22 November 2019.

Pengembangan dua pelaku

SS alias R (44) diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri setelah pengembangan dua terduga teroris yang diamankan pada 2018 lalu.

Salah satu sumber polisi yang tak mau disebut namanya mengatakan pengamanan S berdasarkan informasi dari penangkapan dua anggota kelompok JAD Pimpinan Ujang bulan Oktober 2018.

R Ditangkap Densus 88 Hasil Pengembangan 2 Terduga Teroris Jaringan JAD pada Oktober 2018

"Ini pengembangan dari penangkapan bulan Oktober lalu yaitu Lukman Santoso dan Guntur," ujarnya, Jumat 22 November 2019.

Dari hasil pengembangan dan pendalaman keduanya, lanjutnya, teridentifikasi salah satu anggota kelompok bernama R alias SS yang berdomisili di Waringinsari, Sukoharjo, Pringsewu.

"Setelah dipastikan, tadi siang jam 12.35 wib, saat yang bersangkutan melintas dekat rumahnya, kemudian diamankan oleh tim Densus tanpa adanya perlawanan," tandasnya. (tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved