Breaking News:

Tribun Metro

Tahun Depan Diskominfo Metro Tambah Bandwidth Jadi 150 Mega

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro akan menambah bandwidth server jaringan menjadi 150 mega tahun depan.

Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Sekretaris Diskominfo Subehi 

Tahun Depan Diskominfo Metro Tambah Bandwidth Jadi 150 Mega

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro akan menambah bandwidth server jaringan menjadi 150 mega tahun depan.

"Memang jaringan kita belum sempurna. Saat ini server hanya memiliki bandwidth sebesar 100 Mega untuk seluruh WiFi yang tersebar di 150 titik. Jadi masih belum ideal," beber Sekretaris Diskominfo Subehi, Rabu (27/11).

Ia menjelaskan, 100 Mega dibagi-bagi, dimana tiap SKPD atau satker menggunakan mikrochip dengan jatah sekitar dua sampai tiga mbps. Sehingga wajar apabila ada titik yang tidak maksimal saat mengakses internet.

Program dalam RAPBD 2020 Kota Metro Dianggap Copy Paste Anggaran Sebelumnya

Idealnya, Kota Metro memiliki 500 Mega. Sehingga jaringan maupun CCTV yang menggunakan akses internet bisa berjalan dengan maksimal. Karenanya, tahun depan Diskominfo menambah bandwidth sebanyak 50 Mega.

"Jadi total kita ada 150 Mega. Memang masih belum ideal juga. Tapi secara bertahap kita akan memenuhi angka ideal itu. Karena keterbatasan anggaran kan. Untuk 150 Mega itu saja, anggaran per tahun sekitar Rp 1,4 miliar," imbuhnya.

Namun demikian, ke depan seluruh perangkat akan menuju digitalisasi. Karenanya, tahun depan Diskominfo akan membuat master plan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dimana salah satunya menyangkut aksesibilitas.

"Salah satunya bandwidth itu. Karena kalau kita buat aplikasi-aplikasi untuk pelayanan, tanpa didukung jaringan yang kuat, maka tidak akan berjalan maksimal kan. Contoh kami, sekarang antar Diskominfo itu buat nota dinas atau surat, sudah digital pakai aplikasi," imbuhnya.

Ke depan, hal serupa akan berlaku pada setiap satker. Termasuk tanda tangan yang akan menggunakan barcode. Namun, aplikasi atau program tersebut harus didukung koneksi jaringan yang ideal.

RAPBD Kota Metro Tahun 2020 Proyeksikan Belanja Daerah Rp 1,009 Triliun

Sementara Komisi I meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro kebut dalam mewujudkan Smart City dengan menerapkan teknologi, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun mengakselerasikan potensi daerah.

"Smart City akan sangat mendukung Metro sebagai kota pendidikan. Jadi sudah saatnya kita mengunakan sistem yang berbasis IT. Dimana tiap kegiatan itu menjadi lebih transparan dan termonitor," ujar Ketua Komisi I Basuki.

Karenanya, ia meminta jaringan internet, CCTV, dan lainnya sudah harus memadai. Karena sejalan dengan visi pendidikan. "Kalau untuk anggaran, dewan pasti mendukung. Karena jamannya sudah wajib berbasis elektronik," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved