Banjir di Bandar Lampung

Banjir Genangi Beberapa Wilayah di Bandar Lampung, Ini Imbauan BPBD

Selain di Kedamaian, Bumi Waras dan Telukbetung, Kecamatan Kedaton juga terdampak luapan air sungai saat hujan deras. Ini Imbauan dari BPBD.

Ist
Ilustrasi - Banjir Genangi Beberapa Wilayah di Bandar Lampung, Ini Imbauan BPBD 

"Ya karena dulu bantaran sungai itu belum pada bangunan rumah kayak sekarang," beber Munah.

Perempuan 37 tahun ini mengaku warga asli daerah Kali Balau.

Gang Persada yang termasuk terdampak banjir semalam
Gang Persada yang termasuk terdampak banjir semalam (Tribunlampung.co.id/Sulis)

"Lahir di sini, besar di sini, sejak 2008 baru mulai banjir, sampai saat ini, ya mungkin karena ada yang buang sampahnya sembarangan di sungai, padahal kita sendiri nggak buang sampah di sungai," kata dia.

9 Ruang Kelas SDN 1 Bumi Waras Digenangi Banjir, Siswa Terpaksa Diliburkan

Permasalahan sampah ini juga karena minimnya pekerja sokli, sehingga warga mengangkut sendiri sampahnya untuk dibawa ke Gang Persada dimana mobil sokli pasti mengangkut setiap harinya.

Saat banjir, paparnya, sampah yang datang merupakan sampah kiriman dari wilayah lain sepeti Kaliawi, Kemiling, dan Way Halim.

"Semalam hujan jam 9an malam. Jam 11 banjirnya sampai hampir semetaran. Jam 3 an subuh baru mulai surut," ungkap dia.

Pantauan Tribun, nampak beberapa warga mulai membersihkan perkakasnya hingga mencuci pakaian dan sepatu yang terdampak banjir.

"Iya ini lagi beres-beres. Kotor semua kena banjir," ujar Bambang.

Lurah Kalibalau Kencana Hendra Setiawan dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa titik di wilayahnya yang terdampak banjir semalam yakni Jalan Hi Syarif dimana ratusan rumah sempat terendam.

Lalu Gang Ainan, Gang Tarya, Gang Persada dan Gang Sumur Putri 1 dan 2. Sekitar 60 rumah terdampak banjir di titik-titik tersebut.

Sampah Menggunung di Bawah Jembatan

Pasca hujan yang mengguyur deras semalam, menyisakan masalah sampah di beberapa titik sungai. 

Salah satunya Kali Balau yang ada di Gang Persada dan Gang Ainan, Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Kalibalau Kencana.

Pantauan Tribun, Sabtu (7/12/2019) di Gang Persada ini menumpuk sampah tepat dibawah jembatannya.

Beberapa warga nampak membersihkan badan sungai dengan sampah menumpuk sembari memulung sampah berbahan plastik.

Sampah
Sampah (Tribunlampung.co.id/Sulis)

"Belum ada petugas yang dateng. Semalam bahkan menggunung sampai melebihi pagar jembatannya," beber Buang kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu siang.

Diakuinya air sungai mulai meluap ke pemukiman sekitar pukul 11.00 WIB dini hari. Surut sekitar jam 5.00 WIB.

"Memang langganan banjir, tapi sampahnya nggak separah ini. Ini banyak banget," ungkap pria paruh baya ini.

Warga lainnya Aan mengatakan, ketinggian banjir semalam ada yang selutut hingga sepinggang.

"Jadi pas hujan deras udah waspada. Setahun sudah dua kali, yang sekarang dan Februari lalu bahkan sampai 2 meteran. Rumah tinggal sisa atap," keluh dia.

Senada dikeluhkan Darmawati, akibat banjir tumpukan pakaian bersih kotor terkena lumpur.

"Jam 11 semalam ada teriakan banjir, pas lagi istirahat. Ya refleks keluar, basah semua," paparnya.

Bahkan di banjir Februari lalu, banyak sekali alat elektronik yang rusak. Seperti mesin cuci, televisi, kulkas.

"Kita tapi semalam nggak ngungsi. Padahal jembatan samping rumah itu udah penuh sama sampah sama air banjir," beber dia.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved