Breaking News:

Tribun Tulangbawang

Akses di Dente Teladas Rusak, Siswa ke Sekolah Meniti Jembatan Putus

Jembatan gantung yang menjadi penghubung akses jalan warga Kampung Sungai Burung, Kecamatan Dente Teladas

tribun lampung/endra zulkarnain
MENITI JEMBATAN - Siswa di Kampung Sungai, Kecamatan Dente Teladas terpaksa meniti jembatan gantung yang putus demi menuju sekolah, Minggu (8/12). Jembatan gantung tersebut putus sejak Kamis pekan lalu akibat air pasang dan hujan lebat. 

Akses di Dente Teladas Rusak, Siswa ke Sekolah Meniti Jembatan Putus

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Jembatan gantung yang menjadi penghubung akses jalan warga Kampung Sungai Burung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang putus, Kamis (5/12) dini hari.

Akibatnya, rutinitas sehari-hari masyarakat setempat terhambat. Bahkan kesulitan juga dialami para pelajar yang mana jembatan gantung tersebut merupakan bagian akses jalan penyeberangan menuju sekolah.

Dengan kondisi jembatan tersebut, para siswa yang berangkat sekolah terpaksa harus menyeberang dengan meniti dan menggenggam erat tali baja yang membentang di atas sungai, tanpa menghiraukan keselamatan demi sampai ke sekolah tepat waktu.

Alasan Gubernur Lampung Bangun Jembatan Terpanjang di Sumatera di Atas Laut Teluk Lampung

Menurut Jamal, warga setempat, terputusnya seling jembatan gantung tersebut akibat air pasang serta hujan lebat yang melanda pada Kamis kemarin, "Putusnya Kamis kemarin, malam itu hujan dan air pasang besar," ujarnya.

Dikatakannya, jembatan itu merupakan satu-satunya akses yang digunakan warga untuk penyeberangan dan masyarakat bergantung dengan jembatan tersebut.

Dengan kondisi jembatan tersebut, akses pendidikan terhambat karena anak-anak sekolah terpaksa menyebrang. Selain itu, aktivitas nelayan juga terganggu karena jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kapal maupun speed boat yang sering digunakan nelayan.

Anak-anak Sekolah Lintasi Jembatan Roboh di Atas Sungai

"Susah kalau putus gini, terhambat semua, khawatir juga sama anak-anak yang mau sekolah nyeberang niti jembatan gitu bahaya, nelayan juga gak bisa lewat," keluhnya.

"Jadi kalau jembatan belum diperbaiki, semua aktivitas warga terhambat," terang Jamal yang juga mantan Kepala Kampung Sungai Burung.

Untuk itu ia berharap pemerintah kabupaten setempat dapat mengirimkan bala bantuan serta dapat mengatasi putusnya jembatan tersebut, sehingga akses jalan dapat kembali normal.

"Kami harap pemerintah dapat segera memperbaiki, supaya aktivitas warga dan anak-anak sekolah bisa seperti biasanya," tutupnya. Terkait persoalan ini Kadis PUPR Tuba Puncak Stiawan belum bisa dihubungi. (end)

Gotong Royong Warga

Sebelumnya masyarakat Kampung Karya Cita Abadi, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang meminta pemkab membangun jembatan dan jalan di wilayah itu.
Sutrisno, warga setempat mengatakan, masyarakat membutuhkan empat jembatan penyeberangan di Kampung Karya Cita Abadi.

Ini lantaran kondisi fisik jembatan saat ini yang terbuat dari kayu gelam kondisinya seadanya. Jembatan kayu itu merupakan hasil gotong royong warga.

"Sayangnnya jembatan darurat ini tidak tahan lama. Kami menginginkan jembatan permanen, mau buat tidak punya dana wajar kalau meminta bantuan," papar Sutrisno, beberapa waktu lalu.

Keberadaan jembatan itu sangat vital bagi warga. Selain sebagai tempat penyeberangan, keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan untuk membantu mengeluarkan hasil bumi.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved