Pengerukan Pasir GAK

Walhi Lampung Sebut Penambangan Pasir GAK Tak Disetujui Warga Sejak Awal

Sejak dikeluarkan izin penambangan pasir di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) masyarakat sebesi sudah keberatan.

Walhi Lampung Sebut Penambangan Pasir GAK Tak Disetujui Warga Sejak Awal
tribunlampung.co.id/hanif mustafa
Suasana hearing atau rapat dengar pendapat terkait penambangan pasir GAK di DPRD Lampung, Senin, 9 Desember 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejak dikeluarkan izin penambangan pasir di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) masyarakat sebesi sudah keberatan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Walhi dan Mitra Bentala, Senin 9 Desember 2019.

"Sejak pengajuan izin masyarakat pulau sebesi telah mengajukan keberatan karena sebelumnya tahun 2009 ada penambangan pasir besi berkedok mitigasi itu kekhawatiran masyatakat," ujarnya.

Lanjutnya setelah izin keluar 2015 dan seiringnya waktu 2018 keluar perda zonasi yang mana lokasi disekitar perairan GAK adalah zona penangkapan ikan.

"Ternyata pada bulan Agustus PT LIP melakukan aktifitas pertambangan, masyarakat Tejang Pulau Sebesi menolak tapi PT LIP ngotot melakukan penambangan karena sudah ada ijin 2015," serunya.

Namun, menurutnya izin tersebut cacat dan Pemerintah Provinsi Lampung melakukan pemanggilan PT LIP bahwa ada kesalahan dalam penerbitan izin.

Penambangan Pasir GAK, Politisi PKS Ini Minta Pemprov Lampung Tegas

"Tapi di tahun 2019 PT Lip mendatangi lokasi dengan kapal keruk, tongkang dam boat, PT Lip tidak menghargai pemerintah Lampung dan pada 24 November warga mendatangi dan melakukan pengusiran," sebutnya.

Irfan menegaskan bahwa masyarakat berharap pemerintah bisa mencabut izin produksi karena upaya penambangan telah merusak bentangan alam dan konflik terhadap nelayan.

"Dan kemudian ditakutkan dapat menimbulkan ambrasi pulau ditambah tsumami menambah ketakytan warga di pulau tersebut, kami membawa surat permohonan pembatalan," tandasnya.

Tindaklanjuti

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved