Sidak Pasar Bandar Lampung

Ditemukan Ratusan Karung Bawang Putih Impor China di Gudang Distribusi Blora

Sidak untuk melihat kenaikan harga yang terjadi juga pasokan kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru.

Tribunlampung.co.id/Sulis
Tim satgas pangan menunjukkan tumpukan karung bawang putih impor asal Cina 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG -  Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan tidak hanya sidak di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Smep, tetapi berlanjut ke gudang distribusi pasokan bawang di Jalan Blora Tanjungkarang Barat, Rabu (18/12/2019).

Pantauan Tribunlampung.co.id, saat sidak di gudang distribusi pasokan bawang tersebut, nampak ratusan karung bawang putih menumpuk di gudang bagian depan, hingga sisi gudang lainnya di sebelah kanan dan kiri di tempat yang cukup luas.

Tertulis label Cina pada merek kertas yang menempel di karung tersebut.

Mengenai pasokan bawang putih yang terlihat melimpah dan nampak tertulis dari Cina ini, pemilik gudang distribusi pasokan Sunaryo tak menampik jika memang barang tersebut impor Cina yang didapat dari Jakarta.

"Karena kalau lokal sendiri bawang putih nggak ada. Petaninya baru mulai masa tanam. Untuk masa panen juga masih sembilan bulan lagi," ungkap dia.

Distribusi barang dari gudangnya ini ke hampir seluruh pasar besar di Bandar Lampung mulai dari Pasar Tamin, Pasar Panjang, hingga sejumlah pasar di Teluk Betung.

"Permintaan di tiap pasar paling nggak 100 kantong atau sekitar dua ton. Kalau harga nggak pasti tergantung situasi," paparnya.

Saat harga kiriman dari Jawa naik, sambung dia, maka harga distribusi ke pasarnya juga otomatis mengalami kenaikan.

Sunaryo selain memasok bawang merah, juga menyediakan pasokan bawang putih, bawang bombay, kacang hijau, kacang tanah, ketan, ketumbar, kemiri, dan lada.

Harga Bawang Merah Naik Sampai Rp 8 Ribu per Kilogram

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan saat sidak di Pasar Pasir Gintung menemukan harga bawang merah yang naik cukup signifikan mencapai Rp 8 ribu per kilogram.

Bawang merah mengalami kenaikan harga dari Rp 32 ribu menjadi Rp 38-40 ribu per kilo.

Kadis Ketahanan Pangan Bandar Lampung dan juga koordinator satgas pangan menilai, kenaikan harga bawang merah dikarenakan cuaca kurang mendukung.

"Musim hujan ini kondisi bawang merah menjadi langka sehingga mengalami kenaikan harga. Awalnya Rp 32ribu menjadi Rp 38-40ribu per kilonya," ujarnya usai sidak, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya kondisi pasokan bawang merah dari Pulau Jawa dan Padang masih minim.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved