OTT KPK di Lampung Utara

85 Persen Tender Proyek di Dinas PUPR Lampung Utara Disebut Abal-abal

Meri Imelda Sari, ketua Pokja ULP 2013-2018, menyebut sekitar 85 persen tender proyek di lingkungan Dinas PUPR abal-abal.

85 Persen Tender Proyek di Dinas PUPR Lampung Utara Disebut Abal-abal
Tribun Lampung/Hanif
Ketua Pokja ULP 2013-2018 Meri Imelda Sari (kiri) menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan suap fee proyek Dinas PUPR Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (26/12/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada pengakuan mengejutkan terkait kasus dugaan suap proyek di lingkungan Dinas PUPR Lampung Utara.

Meri Imelda Sari, ketua Pokja ULP 2013-2018, menyebut sekitar 85 persen tender proyek di lingkungan Dinas PUPR abal-abal.

Hal itu diungkapkan Meri saat menjadi saksi sidang kasus dugaan suap fee proyek Lampung Utara dengan terdakwa Candra Safari di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (26/12/2019).

"Saksi Meri, apakah masih ada juga orang-orang seperti terdakwa Candra (suap demi proyek)?" tanya anggota majelis hakim Baharudin.

"Ada," ujar Meri singkat.

Pengakuan Ketua ULP Dapat Kucuran Duit Ratusan Juta dari Kadis PUPR Lampung Utara

Amankan Pemenang Proyek, ULP Dinas PUPR Lampura Kecipratan 0,5 Persen dari Nilai Proyek

"Jadi berapa persen yang murni?" timpal Baharudin.

"Lima belas persen yang murni, 85 persen yang abal-abal," jawab Meri.

Meri pun mengakui, untuk mengamankan daftar pemenang plotting proyek, ia hanya mendapatkan nama pekerjaan.

"Dan, pihak konsultan menemui saya," kata Meri.

Meri menjelaskan, nama pekerjaan yang ia dapat dalam bentuk berkas sekaligus permohonan lelang.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved