Tribun Lampung Utara
Islamic Center Kotabumi Jadi Tempat Mesum Anak Muda, DPRD Lampura Minta Satpol PP Bersikap Tegas
Kompleks Islamic Center Kotabumi, Lampung Utara, ternyata sering dijadikan tempat pacaran anak muda.
Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Teguh Prasetyo
“Sudah sering ada yang ditangkap dan dibawa ke kantor, tapi ternyata masih ada lagi”, jelas Firman.
Ia pun akan segera menempatkan personel di beberapa tempat yang rawan dijadikan tempat mesum, seperti di stadion, Taman Sahabat, dan Islamic Center.
“Iya nantinya akan ditempatkan personel Satpol PP di beberapa tempat rawan mesum,” pungkasnya.
• DPRD Lampura Prihatin Islamic Center Dijadikan Tempat Mesum, Minta Satpol PP Intensif Lakukan Razia
DPRD Lampura Prihatin
Anggota DPRD Lampung Utara sangat prihatin komplek Islamic Center Kotabumi yang dijadikan tempat mesum dan mojok anak muda.
Ketua DPRDLampung Utara (Lampura) Romli bahkan sangat mengutuk keras atas kondisi tersebut.
“Saya sangat mengutuk keras. Semoga kedepannya tidak lagi terjadi hal demikian,” katanya, Rabu (8/1).
Ia pun meminta aparat penegak perda, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Utara untuk melakukan pengawasan di berbagai tempat sarana publik, yang dibangun untuk masyarakt.
Ini perlu dilakukan agar sarana publik tersebut tidak disalahgunakan pemanfaatannya. “Perlu lebih gencar lagi pengawasan atau razianya oleh satpol PP,” ujarnya.
Sementara Ali Darmawan, anggota DPRD Kabupten Lampung Utara dari Partai Hanura juga prihatin atas kejadian tersebut.
“Prihatin sekali saya. Itukan Islamic Center yang menjadi salah satu ikon dari Kotabumi,” tambah Ali.
Ia pun meminta pemkab agar masalah tersebut tidak dijadikan angin lalu saja. Ali pun meminta agar lebih banyak kegiatan dilaksanakan di Islamic Center, seperti salat berjamaah.
• VIDEO Warga Keluhkan Islamic Center Kotabumi Jadi Tempat Mesum
“Jangan sampai nantinya digunakan salah oleh masyarakat. Kalau sering ada kegiatan, bisa terpantau masyarakat yang ada di sana,” tandasnya.
Ali juga meminta Satpol PP lebih intensifkan razia. "Jangan setelah viral video atau informasi warga, baru dilakukan razia," imbuhnya. (anung bayuardi)