Tribun Bandar Lampung

Target PAD Bandar Lampung Sektor PBB Tahun 2020 Naik Dua Kali Lipat, Ini Upaya Pemkot

Sekretaris Kota Bandar Lampung Badri Tamam mengungkapkan, tahun 2019 lalu target PAD Rp 160 miliar dan tahun ini menjadi Rp 320 miliar.

Target PAD Bandar Lampung Sektor PBB Tahun 2020 Naik Dua Kali Lipat, Ini Upaya Pemkot
Tribunlampung.co.id/Sulis
Sekkot Bandar Lampung Badri Tamam pimpin rapat soal pengoptimalan pencapaian PBB 2020 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Target pendapatan asli daerah (PAD) Bandar Lampung dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2019 lalu.

Sekretaris Kota Bandar Lampung Badri Tamam mengungkapkan, tahun 2019 lalu target PAD Rp 160 miliar dan tahun ini menjadi Rp 320 miliar.

"Target kita naik jadi Rp 320 miliar tahun ini. Artinya apa? Kita harus kerja keras untuk merealisasikannya," kata Badri dalam sambutannya pada rapat pengoptimalan PBB di aula Gedung Semergou, Selasa (7/1/2020).

Salah satu upaya yang ditempuh untuk meningkatkan setoran pajak dari sektor PBB, sambung dia, di Januari ini dijadwalkan kegiatan pendataan ulang wajib pajak.

"Kita lakukan akurasi data terhadap objek pajak PBB. Melalui BPPRD, wali kota menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk dana pendataan ini," bebernya.

Menurutnya, pendataan ulang adalah tugas bersama yang melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, hingga perangkat terbawah yang mengcroscek data di lapangan.

Wali Kota Herman HN Lantik 61 Pejabat di Lingkungan Pemkot Bandar Lampung

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemkot Bandar Lampung Malah Kurangi Peserta Bantuan Iuran, Ini Alasannya

Unila Buka 5 Prodi Baru untuk Mitigasi Bencana

Kronologi Penangkapan Eks Muli Lampung Utara Kedapatan Konsumsi Psikotropika

Dia meminta agar koordinasi dengan masyarakat bisa berjalan baik sehingga menghasilkan potensi pajak yang lebih besar.

"Ini tugas kita bersama bagaimana melakukan akurasi data yang ada. Saya tidak ingin kegiatan pendataan yang dilakukan tidak menghasilkan data yang akurat," tukas Badri.

Menurutnya tugas pendataan ulang memang tidak mudah dan butuh keseriusan dalam menginventarisasi data kembali.

"Tugas kita cukup berat, untuk itu disini bersama BPPRD, Bappeda dan Inspektorat hadir untuk mendiskusikan agar kegiatannya bisa efektif," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved