Tribun Bandar Lampung

BPPRD Bandar Lampung Tambah 200 Tapping Box Optimalkan PAD Sektor Pajak

Diawal pemasangan tapping box 2018-2019 lalu, baru terpasang 300 tapping box.

BPPRD Bandar Lampung Tambah 200 Tapping Box Optimalkan PAD Sektor Pajak
Tribunlampung.co.id/Sulis
Kepala BPPRD Yanwardi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung berencana melakukan penambahan 200 tapping box untuk pengoptimalan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.

Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi mengungkapkan, pemasangan alat perekam data transaksi (tapping box) di tahun 2020 ini tengah diusulkan ke Bank Lampung.

"Terkait tapping box akan ada tambahan tahun ini. Kami tengah mengusulkan ke Bank Lampung," kata Yanwardi kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (9/1/2020).

Diawal pemasangan tapping box 2018-2019 lalu, terusnya, baru terpasang 300 tapping box dari 500 unit yang dijanjikan pihak Bank Lampung.

"Sementara sisanya 200 unit di tahun 2020 ini. Jadi sisanya kami akan tagih lagi ke Bank Lampung karena masih banyak tempat usaha yang belum dipasang tapping box," paparnya.

Pemkot Bandar Lampung Sudah Pasang 304 Tapping Box di Restoran, Hotel, dan Area Parkir

Kemendagri Turun Tangan Selesaikan Polemik Pajak Parkir RSUAM

Lampung Akan Bangun Sport Center Berskala Internasional di Itera

Marinir Ini Sering Terlambat Dihukum Sampai Dijungkir Balik, Kisah Dibaliknya Bikin Haru

Namun jika pihak bank baru menyanggupi 100 unit lebih dahulu, menurutnya tidak masalah dan secara bertahap akan dipasang ke lokasi tempat usaha sembari menunggu sisanya jadi.

Mengenai vendor yang bekerjasama dengan pihak bank sendiri dibeberkan Yanwardi memang minim yakni hanya lima vendor padahal proses pemasangan tapping box memakan waktu cukup lama dan tidak mudah.

"Kan lama pasangnya bisa dua jam sampai seharian untuk memasang satu unit tapping box itu sendiri," terangnya.

Terkait keberadaan tapping box yang sudah terpasang saat ini, dia mengakui masih kurang optimal untuk bisa mengkover keseluruhan wajib pajak (WP) yang ada mulai restoran, hotel dan tempat hiburan.

Belum lagi masih ada wajib pajak yang kerap mematikan tapping box dan tidak selalu dioperasionalkan sehingga data pajaknya tidak terbaca.

Halaman
123
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved