Demo Guru Honorer di Lamteng

VIDEO Puluhan Guru Honorer di Lamteng 'Ngelurug' ke Kantor Dewan Perjuangkan Nasib

Puluhan guru honorer perwakilan dari 28 kecamatan di Lampung Tengah ngeluruk kantor dewan setempat, Selasa (14/1/2020).

Dari ribuan tenaga honor yang menerima insentif 6 bulanan, tak sedikit diantaranya yang sudah mengabdikan diri belasan tahun dan tetap bertahan dengan gaji pas-pasan.

Salah satunya Yuli Kartika (37), guru honor yang mengabdikan diri di SDN 1 Garuntang sudah menjadi pengajar sejak 13 tahun lalu.

"Iya dari gadis, dari gaji nggak seberapalah sampe sekarang udah lumayan ada perhatian dari pemerintah juga," bebernya diwawancara Tribunlampung.co.id sembari menunggu sesi masuk ke aula Gedung Semergou, Kamis (26/12/2019).

Diakuinya honor dari sekolah Rp 600 ribu per bulan dimana cair setiap tiga bulan sekali.

"Cairnya ya tiap periode dana BOS (bantuan operasional sekolah) cair," beber ibu dua anak ini.

Sementara insentif yang didapat dari Pemkot Bandar Lampung sebesar Rp1,3 juta yang cair tiap enam bulan sekali.

Setelah acara ini para guru akan mencairkan uangnya menggunakan buku tabungan ke Bank.

"Yang insentif dari pemkot itu sebulan Rp 200 ribu, ditambah 100 ribu per enam bulan jadinya sekali cair Rp 1,3 juta. Nggak ada ATM jadi ambilnya pakai buku tabungan," ujar lulusan PGSD Universitas Terbuka itu.

Diakui Yuli anaknya yang pertama kelas 5 SD dan anak ke dua masih TK.

Honor yang didapatkan menurutnya dicukup-cukupkan ditunjang dengan penghasilan suami yang bekerja sebagai buruh.

Halaman
1234
Penulis: Gusti Amalia
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved