Tribun Pringsewu

Rumah Janda Anak 4 di Pringsewu Tersapu Arus Deras Sungai Way Waya saat Hujan, Begini Kondisinya

Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir, hampir menggerus rumah Munah di Dusun Sukamaju, Pekon Madaraya, Pagelaran Utara, Pringsewu.

Rumah Janda Anak 4 di Pringsewu Tersapu Arus Deras Sungai Way Waya saat Hujan, Begini Kondisinya
tribunlampung.co.id/r didik budiawan c
Bagian belakang rumah Munah yang tersapu aliran deras Sungai Way Waya, 2 hari lalu. Pemkab Pringsewu pun meninjau kondisi terkini rumah janda anak 4 tersebut, Kamis (16/1/2020). 

Atas kerusakan jalan tersebut, Hartoyo mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu.

Dia mengatakan, hasil koordinasi tersebut akan melakukan penanganan secara bersama-sama. Yakni dengan bergotong royong bersama masyarakat.

Diguyur Hujan 1 Jam, Luapan Kali Pasir Gintung Rendam 20 Rumah Warga

Hujan lebat durasi kurang lebih satu jam, Selasa (14/1) malam menjadi penyebab meluapnya air kali pasir gintung.

Akibatnya ada sekitar 20 rumah warga di Kelurahan Pasir Gintung Kecamatan Tanjungkarang Pusat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Ketinggian air berangsur surut setengah jam setelah hujan reda.

"Disini emang udah langganan, hujan bentar air kali langsung naik," ujar Yusuf Ketua RT 05 LK 1, Rabu (15/1).

Yusuf memaparkan, hujan diperkirakan sekitar pukul 19.30 - 20.30 WIB memicu air kali meluber ke pemukiman.

Hingga pagi ini, masih tampak sejumlah warga membersihkan lumpur dan kotoran bekas banjir.

"Dari tadi malam sudah surut, ya ini beres beres sisah nya aja," ujar Yusuf.

Salah satu warga terdampak banjir, Purwanti mengatakan ketinggian banjir bervariasi.

Posisi rumahnya lebih tinggi dari tetangga hanya memasuki rumah sebatas mata kaki.

Kendati demikian, kata Purwanti, hujan yang tidak begitu lama pada malam itu cukup membuatnya cemas.

"Cuma saya sama ibu saya dirumah, suami lagi kerja belum pulang," kata Purwanti.

Untungnya hujan cepat redah, sehingga air berangsur surut.

"Ga ada kerusakan, paling hanya perabot kaya kursi sama lemari basah karena terendam," katanya.

Ketua RT 05 Lk 2 Otong menambahkan, kali pasir gintung meluap karena terjadinya pendangkalan.

Menurutnya, kedalaman air kali pada saat normal hanya sebatas lutut orang dewasa.

"Dulu sekitar tahun 73 air kali ini masih dalam bisa sampe setinggi dada. Sekarang lihat sendiri seperti apa," beber Otong.

Otong menyebut salah satu solusi untuk mengatasi banjir dengan cara mengeruk dasar kali.

Selama ini, kata Otong, sudah diajukan kepada pemerintah setempat namun belum ada tanggapan.

Sementara itu, Lurah Pasir Gintung Mashuri menyatakan pengerukan aliran Sungai Way Waya atau kali pasir gintung terkendala akses jalan.

Seperti diketahui, areal tersebut merupakan padat penduduk.

Sementara jalan penghubung warga hanya gang kecil yang dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Rasanya kalau mau masuk alat berat kan sulit," kata Mashuri.

Kendati demikian pihak kelurahan masih menghimbau warga untuk waspada, mengingat musim hujan masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Mashuri menambahkan, kalau memang banjirnya parah dan membahayakan warga kemungkinan akan dibentuk posko darurat bencana.

"Untuk saat ini belum, tapi sudah koordinasi dengan puskesling dan puskesmas rawat inap Simpur," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved