Tribun Bandar Lampung

21.495 Pekerja Migran Asal Lampung Terdaftar BP Jamsostek

Tahun 2019 BP2MI telah memfasilitasi penempatan sebanyak 21.495 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung di berbagai negara.

21.495 Pekerja Migran Asal Lampung Terdaftar BP Jamsostek
Dokumentasi BP3TKI Lampung
10 PMI secara simbolis menerima santunan BP Jamsostek, Selasa (21/1/2020). Total, ada 21.495 Pekerja Migran Asal Lampung sudah Terdaftar BP Jamsostek. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sepanjang Tahun 2019 Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah memfasilitasi penempatan sebanyak 21.495 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung di berbagai negara.

Para PMI asal Lampung tersebut juga sekaligus terdaftar pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif mengatakan, program jaminan sosial dari BP Jamsostek merupakan wujud kehadiran negara dalam pelindungan PMI dan keluarga atas resiko kecelakaan dan kematian.

"Didasarkan oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia," ujar Krishna usai menyerahkan Santunan Secara Simbolis Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Peserta Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertempat di Aula BP3TKI Lampung, Selasa (21/1/2020).

Krishna mengatakan dirinya secara khusus ingin mengevaluasi kebijakan pemerintah atau mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat menyempurnakan manfaat untuk perlindungan terhadap permasalahan PMI baik pada pra, masa dan purna penempatan.

TKW Metro Hilang Kontak di Arab Saudi, BP3TKI Lampung Lakukan Upaya Ini

24 Calon TKI se-Indonesia Diwawancarai Investor Taiwan di Lampung

Hadapi Tantangan Era Digital, UTI Lampung Gelar Seminar Internasional Pembangunan Ekonomi

Korban Penembakan di Mesuji Ternyata Bukan Warga Balinuraga, Kades Sebut Sudah 12 Tahun Merantau

Untuk itu, lanjut Krishna, dalam kegiatan tersebut dirinya meminta kepada beberapa perwakilan PMI penerima manfaat untuk menyampaikan proses perjalanannya sebagai PMI hingga menemui masalah.

"Kami juga akan terus sosialisasikan terkait BP Jamsostek agar mereka tahu bahwa mereka dilindungi dan ketika mereka sudah berangkat mereka tahu harus menghubungi siapa ketika ada masalah untuk pencairan Jaminan Sosial," jelasnya.

Adapun penerima manfaat jaminan sosial BP Jamsostek berjumlah 10 orang atas manfaat JKK dan JKM.

Terdiri atas 8 orang atas resiko gagal ditempatkan di Negara penempatan bukan karena kesalahan PMI dan 1 orang atas resiko meninggal dunia, dan 1 orang atas PMI Sakit untuk penggantian biaya kepulangan.

Kepala BP3TKI Lampung, Ahmad Salabi melalui Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan, Waydinsyah mengungkapkan bahwa santunan JKK dan JKM merupakan hak PMI dan ahli waris sepenuhnya.

"Kami berharap santunan tersebut dapat dipergunakan secara bijaksana oleh pihak penerima," tukasnya.
(Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad)

Penulis: Joviter Muhammad
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved