Tribun Pesawaran
7 Desa di Pesawaran Terendam Banjir, Ketinggian Air hingga 2 Meter
Kepala BPBD Pesawaran Mustari mengungkapkan, banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Bumi Andan Jejama sejak Rabu kemarin.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Dengan mengenakan pakaian ASN para guru nekat menyeberang dengan berjalan kaki menerobos banjir hanya untuk berjuang agar bisa sampai ke sekolahan.
"Ya bagaimana lagi, dikala banjir, menjadi tugas menjadi guru membuat kami harus nekat menerobos banjir dengan berjalan kaki,” ujarnya, Rabu 22 Januari 2020.
Dirinya berharap agar pemerintah bisa turun ke lokasi, sebab jalan ini akses jalan menuju ke sekolah.
Sedangkan jalan yang lain cukup jauh melewati kebun tebu.
Sementara camat Muara Sungkai Jonismon mengatakan pihaknya bersama dengan aparat desa akan turun ke lokasi terjadi banjir.
Memang di dearah itu hampir setiap tahun selalu banjir ketika musim penghujan tiba.
Sebab dataran rendah.
Bila banjir otomatis tidak bisa dilalui baik kendaraan rodan dua maupun kendaraan roda empat.
Kisah Korban Banjir Semaka, Butuh 3 Hari Singkirkan Batu dan Tanah Setinggi 1,7 Meter di Masjid
Lantai keramik di Masjid Baiturrahman, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus kini sudah terlihat lagi.
Setelah tiga hari bergotong royong, warga akhirnya berhasil menyingkirkan material banjir yang mengubur setengah bangunan masjid.
Masjid tersebut termasuk yang paling parah terdampak banjir yang melanda Kecamatan Semaka pada Kamis (9/1/2020) malam.
Selain air bercampur lumpur, tanah dan bebatuan juga memasuki bangunan masjid seluas 10 x 10 meter persegi ini.
Tidak tanggung-tanggung, material banjir yang masuk ke dalam masjid mencapai setinggi orang dewasa, yakni sekitar 1,7 meter.
Tinggi masjid bercat hijau itu sekitar 3 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-di-pesawaran-rabu.jpg)