Tribun Tulangbawang

Roadshow Program Kerja di Banjar Agung, Chusnunia Chalim Ajak Warga Tuba Hidup Sehat

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, didampingi tim gabungan OPD Provinsi Lampung roadshow Kampung Warga Makmur Jaya

Roadshow Program Kerja di Banjar Agung, Chusnunia Chalim Ajak Warga Tuba Hidup Sehat
ISTIMEWA
SENAM BERSAMA - Wagub Lampung Chusnunia Chalim (baju putih) dan Bupati Winarti senam bersama pelajar di Lapangan Kampung Warga Makmur Jaya, Banjar Agung, Kamis (30/1). 

Roadshow Program Kerja di Banjar Agung, Chusnunia Ajak Warga Tuba Hidup Sehat

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, didampingi tim gabungan OPD Provinsi Lampung roadshow Kampung Warga Makmur Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, Kamis (30/1).

Roadshow dalam rangka percepatan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terkait pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA), Anugerah Parahita Ekapraya (APE), gerakan masyarakat Lampung bebas stunting, dan pasar murah Hadir pula Forkopimda, pejabat pemkab, dan tokoh masyarakat setempat.

Chusnunia Chalim Kukuhkan Himpunan Musisi Lampung

Nunik, sapaan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, pada kesempatan itu mengajak masyarakat Tulangbawang hidup sehat dan ikut berperan menyukseskan program kerja Pemprov Lampung.

Bupati Tulangbawang Winarti berharap, 25 Program Pro Rakyat dapat selaras dengan program Pemprov Lampung dan Pemerintah Pusat. Pemkab, menurutnya, selalu mengharapkan bantuan, dukungan dan pembinaan dari gubernur dan wakil gubernur dalam menyukseskan program pembangunan di Tulangbawang

"Termasuk dalam mewujudkan kabupaten layak anak (KLA), germas bebas stunting, dan upaya meraih penghargaan APE, agar Tulangbawang lebih berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,"jelasnya

Terkait pengembangan KLA, di Tulangbawang secara kelembagaan dan lima kluster yang dipersyaratkan, saat ini tahap demi tahap sudah ditindaklanjuti. Untuk mendukung KLA, sektor pendidikan pun dilibatkan.

"Mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA, diarahkan untuk meningkatkan persentasi pengembangan anak usia dini holistik integratif dan wajib belajar 12 tahun," sambung Bupati.

Terkait kluster perlindungan khusus anak, pemkab sejauh ini memiliki perhatian besar dalam penanganan anak korban kekerasan dan penelantaran, termasuk peduli dalam memberikan pelayan terhadap 108 anak penyandang disabilitas di Tulangbawang.

24 Indikator

Bupati Winarti mengatakan, ada 24 indikator KLA yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan kedalam kelembagaan dan lima kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak(KHA).

Winarti Imbau Warga Waspada, Lima Kecamatan di Tulangbawang Rentan Bencana

Di antaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta perlindungan khusus untuk menuju kabupaten layak anak (KLA).

Saat ini Kabupaten Tulangbawang melakukan penguatan di klaster III dan klaster IV untuk menuju kabupaten layak anak.

Klaster III meliputi kesehatan dasar dan kesejahteraan dan Klaster IV meliputi pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved