Omzet Rp 150 Juta Sebulan, Nuwa Ical Art Perkenalkan Tapis Digital Printing
Founder dan CEO Nuwa Ical Art Ical Sungkai memperkenalkan tapis dengan cara yang modern yaitu melalui digital printing.
Penulis: Debby Rizky Susilo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tapis sebagai budaya asli Lampung harus dilestarikan.
Founder dan CEO Nuwa Ical Art Ical Sungkai memperkenalkan tapis dengan cara yang modern yaitu melalui digital printing.
Nuwa Ical Art menjadi galeri produk Ical's Craft.
Ical menginginkan tapis tidak hanya dikenal sebagai sarung.
Oleh karena itu, menggunakan digital printing adalah cara baru dalam memperkenalkan tapis.
• VIDEO: Melongok Koleksi Nuwa Ical Art
• Desainer Aris Mansyah Berbagi Tips Kenakan Tapis Lampung dalam Ngopi Pay Pegadaian
• Kabar Terkini Selmadena yang Tinggalkan Perwira Polisi demi Nikahi Anak Amien Rais
• Ikat Pinggang Dicopot, Peserta Tes CPNS 2020 Hanya Boleh Bawa KTP
"Cara ini merupakan bentukan, fungsi dan perlakuan baru terhadap kain tapis. Melalui digital printing tapis dapat dimodifikasi pada produk apa pun, sehingga tidak terbatas tapis sebagai sarung dan baju saja," tuturnya, Jumat (31/1/2020).
Mulai merintis pada Februari 2015, Ical's Craf menjual tas genggam atau clutch berbahan anyaman pandan.
Ical menambahkan, khasanah budaya Lampung untuk menyempurnakan produknya.
Ical's Craf memperkenalkan produknya melalui pameran-pameran hingga pekan busana.
"Pada tahun 2016, kami dikurasi langsung oleh Kementerian Koperasi dan UKM ke Manila Fame di Filipina dan berkesempatan memamerkan produk di Indonesian Fashion Week di Jakarta serta Handmade Korea Summer 2017," ujar Ical.
Tahun 2017 Ical's Craf memantapkan bisnisnya dengan memproduksi tapis dalam bentuk digital printing.
"Digital printing menjadi tren fashion dari tahun 2017. Sampai sekarang (popularitas) digital printing masih naik. Di sini kita lihat peluangnya dengan menggunakan motif tapis dalam berbagai produk," jelasnya.
Ical mengatakan keunggulan digital printing adalah penampilan yang dihasilkan masih asli tapis dan identitas tapis tidak menghilang.
Berkomitmen menggunakan kekayaan budaya Lampung pada setiap produknya.
Hingga saat ini sudah banyak produk yang dijual Nuwa Ical Art.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nuwa-ical-art-1.jpg)