Tribun Bandar Lampung

Pemda Kaget Sekolah Pontang-panting Cari Pinjaman Talangi Dana BOS

Pemda di Lampung mengaku kaget dan tak tahu jika selama ini pihak sekolah pontang-panting mencari pinjaman untuk menalangi dana BOS yang sering telat.

Editor: Reny Fitriani
net
Ilustrasi. Pemda Kaget Sekolah Pontang-panting Cari Pinjaman Talangi Dana BOS 

Sehingga tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

Menurutnya, pemda tidak mengetahui kesulitan pemerintah pusat yang membuat pencairan dana BOS kerap telat. Karena itu, pemda hanya bisa menunggu.

"Seperti penyaluran dana BOS triwulan pertama ini, kita tunggu saja. Ini kan baru bulan Februari. Tapi kalau sampai April belum masuk juga, baru kita pertanyakan," beber dia.

Rp 1,5 Triliun

Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Lampung Diona Katharina mengatakan, mulai tahun 2020 ini, penyaluran dana BOS tidak lagi ditangani Pemprov melainkan langsung ke rekening sekolah.

Adapun estimasi anggaran BOS yang akan diterima Lampung sekitar Rp 1,5 triliun untuk 7.010 sekolah semua jenjang dari SD, SMP, SMA serta SLB. Jumlah ini naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,4 triliun untuk 6.999 sekolah disemua jenjang.

"Tiap jenjang sekolah itu mendapat tambahan Rp 100 ribu per siswanya. Jadi memang naik alokasinya. Siswa SD yang biasanya dapat Rp 800 ribu jadi Rp 900 ribu tahun ini. Siswa SMP dari Rp 1 juta jadi Rp 1,1 juta, begitu juga siswa SMA dari Rp 1,4 juta jadi Rp 1,5 juta," beber dia.

Tahapan penyaluran sebanyak 3 tahap, yang tahun sebelumnya 4 kali (tiap triwulan). Sekarang ini tahap I (Januari, Februari, Maret dan April), tahap II (Mei, Juni, Juli dan Agustus) dan tahap III (September, Oktober dan November).

Cerita Pilu Kepala Sekolah di Lampung, Gadai Motor untuk Talangi Dana BOS

Sudah bertahun-tahun penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) telat.

Kepala sekolah pun harus putar otak untuk bisa menalangi biaya operasional sekolahnya.

Ada yang menalangi dengan uang pribadi, pinjam ke koperasi, bahkan sampai menggadaikan BPKB motor.

Wahyu Darma, Kepala SD Sidodadi Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, mengatakan, dana BOS selalu telat setiap tahun.

Padahal dana BOS itu digunakan untuk banyak hal.

Mulai dari membiayai uang semester, membeli alat tulis sekolah, membayar honor guru, termasuk kegiatan siswa seperti olimpiade, festival seni, hingga kegiatan olahraga yang sudah terjadwal.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved