Kebakaran di Pringsewu

348 Siswa SMK Yasmida Gagal Ikuti Geladi Bersih UNBK

Sejumlah 348 siswa SMK Yasmida yang sedianya mengikuti geladi bersih Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jadi terganggu.

Dokumentasi BPBD Pringsewu
Kebakaran di SMK Yasmida Pringsewu. 348 Siswa SMK Yasmida Gagal Ikuti Geladi Bersih UNBK 

"Dugaan sementara sumber api kebakaran tersebut akibat genset yang ada di gedung praktik siswa SMK Yasmida," kata Sugeng mewakili Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas kepada Tribunlampung.co.id, Senin 17 Februari 2020.

Ia menambahkan tim damkar bergerak cepat setelah mendapat informasi peristiwa kebakaran.

"Saat kami tiba di lokasi kejadian api sudah menjalar di ruangan genset di gedung praktik siswa SMK Yasmida," ungkap Sugeng.

Kendati begitu, kata dia, api telah dilokalisir sehingga tidak menjalar ke gedung lainnya di lingkungan sekolah tersebut.

Dalam kejadian kebakaran ini diketahui tidak ada korban jiwa.

Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Pringsewu.

Kali ini kebakaran di SMK Yasmida Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu, Senin 17 Februari 2020 terjadi sekitar pukul 06.45 WIB.

Tepatnya di gedung praktik siswa.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat gempar seisi sekolah dan warga sekitar.

Pasalnya ketika tim BPBD Pringsewu mencoba memadamkan api di gedung praktik justru timbul ledakan keras.

"Akhirnya kami berkoordinasi dengan PLN, untuk pemadaman listrik," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pringsewu Sugeng Pramono.

Setelah listrik padam, lantas petugas gencar memadamkan api.

Sehingga tidak berselang lama api pun padam.

Namun beberapa alat pendukung praktik siswa di sekolah tersebut tidak terselamatkan.

Seperti mesin genset, kompresor, kapasitor bank dan gedung.

Rumah Terbakar Saat Seluruh Penghuninya Pergi Melayat ke Liwa

Sebuah rumah di Perum Bukit Kemiling Permai, Blok S, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung hangus dilalap api saat semua penghuninya tidak berada di lokasi.

Hal tersebut dikatakan anak korban, Mahatma (19) saat ditemui Tribunlampung.co.id, Sabtu (25/2/2020).

Mahatma mengatakan, ia beserta keluarganya sedang berada di Liwa, Lampung Barat.

Hal itu lantaran keluarganya ada yang meninggal dunia.

"Bibi saya meninggal. Jadi, kami sekeluarga pergi melayat," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, mereka segera menuju ke Liwa, Lampung Barat.

Mereka berangkat sekitar pukul 10.00 WIB pada hari kejadian.

Tetapi sekitar pukul 22.00 WIB, mereka diberi kabar oleh tetangga melalui pesan singkat WhatsApp.

Kabar tersebut menyatakan bahwa rumah korban terbakar.

"Dengar kabar itu, kami segera bertolak kembali ke Bandar Lampung, dan tiba sekitar jam 03.00, saat api sudah padam," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved