Polisi Bongkar Prostitusi di Pringsewu

2 Muncikari di Pringsewu yang Tertangkap Polisi Terancam Hukuman 16 Bulan Penjara

Dua Muncikari pelaku praktik prostitusi di Kabupaten Pringsewu terancam hukuman penjara 16 bulan.

2 Muncikari di Pringsewu yang Tertangkap Polisi Terancam Hukuman 16 Bulan Penjara
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - 2 Muncikari di Pringsewu yang Tertangkap Polisi Terancam Hukuman 16 Bulan Penjara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dua Muncikari pelaku praktik prostitusi di Kabupaten Pringsewu terancam hukuman penjara 16 bulan.

Mereka yaitu Atun (58) warga Kecamatan Adiluwih dan S (58) warga Kecamatan Pagelaran.

Keduanya terancam hukuman belasan bulan karena polisi menjerat mereka dengan Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP, atas bisnis esek-esek yang dijalankannya.

"Ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan (16 bulan) penjara," ungkap Kasatserse Kriminal Polres Pringsewu AKP Sahril Paison yang diamini Kapolsek Pagelaran AKP Syafri Lubis, Selasa, 18 Februari 2020.

Sahril merincikan, Pasal 296 berbunyi barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 15 ribu.

 BREAKING NEWS 16 Orang Terjaring Razia Pekat Polda, Ada yang Masih Pakai Seragam Putih Abu-abu

 Prostitusi Online Terkuak di Lampung, Muncikari Tawarkan Penyanyi Dangdut Layani Esek-esek

 Oknum Polisi yang Digerebek dengan Istri Wartawan Dilaporkan ke Provost Polda Lampung

 BREAKING NEWS Oknum Polisi Digerebek Berduaan dengan Istri Orang di Penginapan

Sementara Pasal 506, kata Sahril, berbunyi, barang siapa sebagai Muncikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Atas perbuatan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti uang tunai ratusan ribu dari hasil praktik bisnis esek-esek tersebut.

Pura-pura jadi Petani dan Pedagang

Muncikari di Pringsewu yang tertangkap polisi menyamarkan bisnis esek-esek yang dijalaninya dengan pekerjaan yang halal.

Di mana pelaku Atun (58), yang merupakan warga Kecamatan Adiluwih ini, menyamarkan statusnya sebagai Muncikari dengan berpura-pura sebagai petani.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved