PNS Habiskan Dana Infak Masjid dan APBD Rp 1,5 Miliar untuk Berfoya-foya

diduga menggelapkan dana infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Sumbar sekitar Rp 1,5 miliar.

PNS Habiskan Dana Infak Masjid dan APBD Rp 1,5 Miliar untuk Berfoya-foya
Tribunlampung.co.id/Deni
ilustrasi - PNS Habiskan Dana Infak Masjid dan APBD Rp 1,5 Miliar untuk Berfoya-foya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YR (45), seorang oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang diduga menggelapkan uang infak Masjid Raya Sumbar dan uang APBD terancam dipecat.

Pemprov Sumbar sudah memecat YR selaku bendahara di Biro Bina Mental Pemprov Sumbar, bendahara Masjid Raya, dan bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Gubernur Sumbar.

"Saat ini YR sudah dipecat dari bendahara. Jika terbukti dia melakukan korupsi, dia pasti dipecat juga sebagai PNS," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Abdul Gaffar yang dihubungi Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Menpan RB dan Kepala BKN tentang penegakan hukum terhadap ASN yang telah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan.

Korupsi Dana Desa Rp 411 Juta, Oknum Kades di Lampung Utara Pakai Modus Kegiatan Fiktif

Jawaban Rano Karno Saat Dicecar Jaksa Soal Terima Uang Korupsi dari Wawan

ICW Sebut Ada Udang di Balik Batu, 36 Kasus Korupsi Dihentikan Seakan Jadi Prestasi KPK

Artinya, jika ASN tersebut terbukti bersalah melakukan korupsi YR dipecat dari ASN.

"Ini berdasarkan UU tentang ASN dan SKB Mendagri, Menpan RB dan Kepala BKN. Jika YR nanti sudah diputuskan pengadilan bersalah dia pasti dipecat," kata Abdul.

Saat ini, pihaknya masih menunggu proses hukum dari YR.

Sementara itu, Pemprov Sumbar dan pengurus Masjid Raya Sumbar masih menyiapkan berkas untuk melaporkan YR ke polisi.

Pengurus Masjid Raya Sumbar sebelumnya sudah melaporkan dugaan penggelapan dana infak masjid ke Polresta Padang dan saat ini barang bukti sedang dikumpulkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum ASN di Sekretariat Daerah Sumatera Barat, YR (45), diduga menggelapkan dana infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Sumbar sekitar Rp 1,5 miliar.

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved