Virus Corona

Cegah Virus Corona, Herman HN Ajak Warga Pakai Rempah Tradisional

Untuk itu, Pemkot Bandar Lampung akan meluncurkan kegiatan Gerakan Lawan Corona.

Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi Ulzikri
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN seusai menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) di Gedung BPK Perwakilan Lampung, Senin (30/12/2019). Herman HN Pemkot akan meluncurkan kegiatan Gerakan Lawan Corona, Rabu (4/3/2020). 

Ia menjelaskan, sebelumnya ada pemantauan kepada 1.431 orang selama 14 hari.

Namun mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda tertular virus corona.

"Sekarang ini juga ada pemantauan terhadap 1.531 orang di semua daerah. Paling banyak dipantau di Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim. Paling sedikit di Mesuji. Dengan tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan, semua rumah sakit sudah bersiap-siap," beber dia.

Diskes Lampung Selatan juga telah melakukan langkah kesiapsiagaan penyebaran virus corona (covid-19).

Dinas kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepala dinas kepada puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit terkait kesiapsiagaan upaya pencegahan penyebaran virus ini.

Dinas Kesehatan bersama RSUD Bob Bazar juga sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang terindikasi kena virus corona.

“Dinas juga sudah menyebarkan informasi tentang pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus corona yang meliputi tindakan surveilans dan respons manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium serta komunikasi risiko kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, Selasa (3/3/2020).

Selain itu, ujarnya, diskes juga sudah membuat materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai media, seperti leaflet, banner, serta dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat oleh puskesmas.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Panjang untuk notifikasi WNI dan WNA yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit. Kemudian dilakukan pemantauan status kesehatan oleh puskesmas selama 14 hari kedatangan,” ujar Kristi.

Untuk pemantauan ini, kata dia, beberapa waktu lalu telah dilakukan dengan hasil jumlah WNI dan WNA yang dinotifikasi melakukan perjalanan ke negara terjangkit corona dalam kurun 27 Januari hingga 1 Maret lalu sebanyak 185 orang.

“Hasilnya 132 orang sudah dipantau selama 14 hari dan kondisinya sehat. Sementara 53 orang masih dalam masa pemantauan kesehatan,” kata Kristi.

Ditanggung Pemerintah

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bandar Lampung Nurman mengatakan, pembiayaan penanggulangan terhadap virus corona ditanggung oleh pemerintah.

Ini setelah kasus tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.

"Setelah menjadi KLB maka pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran kementerian kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi tidak ditanggung BPJS Kesehatan," jelasnya.

Meski begitu ia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.

Sebab, biaya pengobatan sudah dijamin dan ditanggung pemerintah. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Yoso Muliawan/Sulis Setia M//Dedi Sutomo/Anung Bayuardi/V Soma F/Debby Rizky)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved