Tribun Lampung Tengah

Mau Pesta Sabu, 2 Sopir Truk asal Terusan Nunyai Diringkus di Rumah Makan

Dua sopir truk ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah saat hendak pesta sabu di sebuah rumah makan.

Mau Pesta Sabu, 2 Sopir Truk asal Terusan Nunyai Diringkus di Rumah Makan
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi - Dua sopir truk ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah saat hendak pesta sabu di sebuah rumah makan di wilayah Rengas, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kamis (12/3/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Dua sopir truk ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah saat hendak pesta sabu di sebuah rumah makan.

Keduanya adalah YS (30) dan TN (27), warga Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

Mereka diamankan di sebuah rumah makan di wilayah Rengas, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kamis (12/3/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lamteng Iptu Andre Try Putra mengatakan, penangkapan keduanya bermula dari laporan masyarakat.

212 Gram Sabu di Bungkus Teh HIjau China Diamankan Beserta 14.034 Gram Ekstasi

2 ASN di Lampung Digerebek Saat Pesta Sabu, Salah Satunya Wanita

Catut Nama Anggota DPRD Mesuji, 2 Napi Gasak Rp 103 Juta Milik Bos ATM Mini

Pagu Proyek Rp 1 Miliar Turun Jadi Rp 33 Juta, Direktur CV Widya Kreasi Dapat Fee Rp 891 Ribu

"Laporan tersebut kita tindak lanjuti. Petugas kita tempatkan di rumah makan, berpura-pura sebagai pembeli," terang Iptu Andre Try Putra, Jumat (13/3/2020).

Tak lama berselang, datanglah YS dan TN ke rumah makan dalam kondisi setengah mabuk.

Karena curiga, polisi menggeledah keduanya.

"Begitu kami dekati, keduanya tampak gugup dan mencoba menghindari petugas. Tapi langsung kami sergap dan lakukan pemeriksaan ke seluruh badan," ujarnya.

Setelah digeledah, ditemukan satu bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 0,18 gram, satu buah pipa kaca (pirek), selembar kertas aluminium foil, dua buah korek api gas, dan satu buah alat isap sabu (bong).

Pelaku YS dan TN berikut barang buktinya dibawa ke Polres Lampung Tengah untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan.

Polisi membuat laporan nomor LP/251-A/II/2020/Polda Lpg/Res Lamteng, tanggal 27 Februari 2020.

Kepada polisi, YS dan TN mengakui barang bukti sabu tersebut adalah miliknya.

Keduanya mengaku membeli serbuk haram itu dengan cara patungan.

YS dan TN dijerat pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved