Cegah Warga ke Pasar Sayur saat Lockdown, Tangan Polisi Putus Dibacok

Bentrokan itu terjadi di pasar sayur, setelah sekelompok Nihangs, atau orang dari Sikh, datang bersenjatakan senjata tradisional.

(STR/EPA-EFE) via Kompas.com
Pekerja migran memadati terminal bus di perbatasan Uttar Pradesh dekat New Delhi, India, pada 28 Maret 2020 menyusul keputusan lockdown untuk mencegah corona 

Pria tersebut dihajar sekelompok orang setelah tim medis yang memeriksa warga pergi. 

Korban diketahui bernama Bablu Kumar, warga Desa Madhaul, Negara Bagian Bihar.

Bablu meninggal saat dibawa ke rumah sakit pada Senin malam.

Polisi mengungkapkan, semua berawal ketika Kumar menelepon layanan virus corona, dan memberi tahu ada dua pekerja migran baru kembali dari Maharashtra.

 India Lockdown, Terjadi Kekacauan Warga Eksodus ke Kampung, Sampai Ada yang Tinggal di Atas Pohon

 Warga Desa India Isolasi Diri di Atas Pohon Tangkal Corona

 Beredar Video Menhub Budi Karya Sumadi Sedang Dirawat Dokter

 Jenderal Polisi Iriawan Pamit dari Polri, Sampaikan Surat Terbuka

Dilansir The Independent Selasa (31/3/2020), dua pria itu, Munna Mahto dan Sudhir Kumar, nampaknya tidak melakukan pemeriksaan dan pemberitahuan karantina.

Mendapat laporan itu, tim medis pun datang ke Madhaul dan melakukan pemeriksaan kepada Sudhir dan Mahto sebelum kemudian pergi.

Tak lama setelah tim medis pergi, sekelompok orang datang ke rumah Kumar, di mana dia dihajar hingga tewas.

Polisi pun bergerak cepat dan menangkap tujuh pelaku, termasuk Sudhir dan Mahto.

Kepada The Hindustan Times, kakak Kumar, Guddu, mengatakan sebenarnya adiknya itu juga berstatus pekerja migran dari Pune.

Tapi, dia pulang dua bulan sebelumnya.

Sejak pekan lalu, pemerintah India sudah mengumumkan lockdown untuk mengatasi virus corona, yang berdampak kepada 1,3 miliar warganya.

Sementara keputusan Delhi menutup perbatasan internasional dipuji pakar kesehatan, masalah pun timbul terutama dari pekerja migran.

Karena hanya mengandalkan pendapatan harian, para pekerja itu tidak punya pekerjaan dan memilih untuk kembali ke kampung halaman.

Mereka menaiki bus atau berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Melihat banyaknya gelombang pemudik, otoritas Bihar menerapkan aturan ketat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved