Cegah Warga ke Pasar Sayur saat Lockdown, Tangan Polisi Putus Dibacok
Bentrokan itu terjadi di pasar sayur, setelah sekelompok Nihangs, atau orang dari Sikh, datang bersenjatakan senjata tradisional.
Berdasarkan aturan tersebut, setiap pemudik yang kembali harus bersedia menjalani pemeriksaan dan dikarantina selama 14 hari.
Berdasarkan keterangan pejabat sipil Bihar, 50.000 pekerja migran kembali selama 24 jam terakhir.
Mereka mendapat makanan, pelayanan kesehatan, termasuk karantina.
Namun menerima gelombang sebanyak itu, apalagi bagi negara bagian miskin seperti Bihar, menciptakan atmosfer ketakutan, dan ketidakpercayaan.
Rasksh Jha, pejabat lokal kepada The Print mengungkapkan, paa pekerja itu menghadapi boikot sosial di tempat asal mereka.
"Tidak ada yang berani mendekati mereka. Kami juga tidak mempunyai cukup ruang untuk menggelar pemeriksaan," kata Rasksh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bentrok dengan Pria yang Abaikan Lockdown Covid-19, Tangan Polisi di India Terpotong"