Kasus Corona di Lampung
Kisah Petugas Memandikan Jenazah Pasien Corona di Lampung, Istri dan Anak Pilih Pulang ke Rumah Ortu
Menjadi petugas memandikan jenazah atau pemulasaran di sebuah rumah sakit merupakan tugas berat.Terlebih jika jenazah yang dimandikan pasien corona.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menjadi petugas memandikan jenazah atau pemulasaran di sebuah rumah sakit merupakan tugas berat.
Terlebih jika jenazah yang dimandikan adalah pasien positif Corona atau pasien dalam pengawasan.
Namun tugas negara tersebut tetap diemban dengan penuh tanggungjawab.
Seperti apa kisah para pemulasaran ini di Lampung?
Salah satu petugas yang memandikan jenazah pasien positif Corona adalah Amri Tua.
• Kisah Tenaga Medis di Tengah Pandemi Corona, Diusir dari Indekos hingga Ditampar Satpam
• Kisah Dokter di Bandar Lampung Beri Konsultasi Gratis Corona, Catat Rekor hingga 200 Pesan
• 23 Rumah Terdampak Banjir di Griya Nuwo Maffan Kotabumi Selatan
• Kawanan Rampok Dihajar Massa Seusai Tembak Petani di Mesuji, 1 Pelaku Tewas dan 1 Kritis
Ia merupakan anggota tim forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).
Sudah 10 tahun, ia memandikan jenazah di RSUDAM.
Namun memandikan jenazah pasien Corona, merupakan pengalaman pertamanya.
Namun tugas itu tetap ia emban dengan penuh tanggungjawab.
Amri menceritakan, pertama kali memandikan jenazah pasien positif Corona saat sedang piket.
Saat itu, ada satu pasien positif Corona menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebagai personel yang sedang tugas hari itu, ia pun memandikan jenazah tersebut.
Proses pemandiannya sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerntah.
"Saya mengenakan alat pelindung diri lengkap. Usai dimandikan jasad disemprot disinfektan. Lalu dibalut plastik bening dan disemprot lagi, setelah itu dikafani dan semprot lagi jadi memang sedikit rumit dengan jasad biasa," ceritanya, Minggu (12/4/2020).
Setelah jasad dimandikan, langsung diantar ambulans menuju pemakamannya.