Tribun Lampung Selatan
200 Masker Karya Napi Lapas Kalianda Dibagikan Pekan Ini
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kalianda memberdayakan warga binaan untuk membuat masker kain.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
200 Masker Karya Napi Lapas Kalianda Dibagikan Pekan Ini
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kalianda memberdayakan warga binaan untuk membuat masker kain.
Masker hasil dari warga binaan ini akan dibagikan dalam kegiatan "Lapas dan Rutan Perduli Covid-19", pada Senin-Rabu pekan ini di Kanwil Kemenkumham Lampung. Sebanyak 200 masker telah dibuat warga binaan untuk dibagikan dalam kegiatan tersebut.
• Perkuat Imunitas, Ratusan Napi Lapas Kelas II A Berjemur Sambil Olahraga Ringan
Kasi Bimker LP Kelas IIA Kalianda, Yusrani mengatakan, masker saat ini sangat dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi virus corona (covid-19).
"Masker saat ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai perlindungan diri di tengah pandemi covid-19 saat ini," kata dia melalui rilis Humas LP Kelas IIA Kalianda, Sabtu (18/4). Masker kain yang diproduksi warga binaan ini berlogo PASKAL (Lapas Kalianda).
Tidak hanya dibagikan gratis kepada masyarakat, menurut Yusrani, masker ini nantinya juga akan dijual secara komersil untuk menghasilkan pendapatan."Untuk saat ini produksinya masih diprioritaskan untuk masyarakat sebagai bentuk dukungan pada upaya pemerintah mencegah kian meluasnya pandemi covid-19," ujar dirinya.
• Wabah Virus Corona, 44 Tahanan di Lapas Kelas II B Gunung Sugih Terima Asimilasi
Dirinya menambahkan, LP kelas IIA Kalianda pun terus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan kreatif dalam bentuk industri kecil. Ini mewujudkan LP Kalianda menjadi lapas industri, untuk dapat dengan LP lainnya di Indonesia.
Kepala LP Kelas IIA Kalianda Tetra Destorie mengatakan, ke depan pihaknya ingin bisa bersaing dengan LP lainnya di Indonesia sebagai lapas industri. "Kita terus mendorong munculnya ide yang bisa kita wujudkan dalam bentuk industri kreatif. Sehingga lapas kita bisa menjadi lapas industri," ujar dirinya.
Tetra pun berharap, walaupun Covid 19 melanda Indonesia, kondisi ini tidak membuat dirinya beserta jajaran berpantang dalam berkreasi.
"Saya mendukung upaya apapun memajukan program-program kita yang positif dan terukur. Walaupun Covid melanda, kreasi dan kreativitas kita tidak boleh terhenti," (ded)