Kasus Corona di Lampung
Pulang dari Jakarta, Dua Perempuan Mesuji Dikarantina di Sekolah
DS (24) dan NS (17), dua perempuan warga Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, harus menjalani karantina selama 14 hari.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - DS (24) dan NS (17), dua perempuan warga Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, harus menjalani karantina selama 14 hari.
Kepala Desa Simpang Mesuji Supardi mengatakan, keduanya baru pulang dari merantau di Jakarta.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak desa meminta keduanya melakukan karantina mandiri.
"Mereka pulang kampung dari Jakarta. Setelah didata, mereka menerima untuk diisolasi atau dikarantina," kata Supardi, Rabu (22/4/2020).
• Tetes Air Mata Nenek di Mesuji saat Pria Berpakaian Polisi Datangi Rumahnya, Mbah Samiyem: Ya Allah
• Terlibat Perampokan, Oknum Kades di Mesuji Dibekuk Polisi
• Warga Lampung Barat Positif Corona, Bupati Parosil: Hasil Rapid Test Negatif
• TB Care Aisiyah Lampung Selatan Bagikan 100 Paket Sembako
Supardi menambahkan, setelah bermusyawarah dengan pihak keluarga, pihaknya memutuskan kedua perempuan itu diisolasi di SMPN Simpang Pematang.
"Mereka telah diisolasi di salah satu ruangan milik SMPN Simpang Pematang. Yang menjaga hansip atau linmas," imbuhnya.
Mengetahui informasi tersebut, Bupati Mesuji Saply langsung menjenguk warganya yang diisolasi.
Terlebih jaraknya hanya 1 kilometer dari rumahnya di Desa Simpang Mesuji.
Dalam kesempatan itu, Bupati Saply menyempatkan berbincang dengan keduanya.

Bahkan Saply minta maaf pihak desa terpaksa mengisolasi kedua warganya.
Pasalnya, kedua perempuan itu datang dari Jakarta yang notabene merupakan zona merah virus corona (Covid-19).
"Jadi gini, berhubung adik-adik perempuan ini datang dari Jakarta, mereka harus diisolasi selama 14 hari dan berdiam diri dulu di tempat yang telah disiapkan pihak desa," ucap Saply.
Seorang perempuan berinisial DS mengaku paham dengan situasi ini dan menerima diisolasi demi kebaikan bersama.
"Gak apa-apa saya diisolasi. Gak masalah. Ini demi kebaikan bersama," ujar perempuan yang bekerja sebagai karyawati di Jakarta ini. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen)