Temuan Bahan Peledak di Bandar Lampung
Untung Rp 2,5 Juta, Pria Bandar Lampung Ini Racik Bom Ikan Sesuai Pesanan Nelayan
Dengan menggunakan bahan potasium sebanyak 50 kg, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 2,5 juta.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Polisi juga mengamankan 129 buah detonator atau sumbu ledak.
"Tanpa sumbu ledak ini, bahan potasium gak bisa bom ikan," kata Kasubdit Gakum AKBP Ferizal, mewakili Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol Ivan Setiadi, Kamis (23/4/2020).
Fehrizal menuturkan, semua bahan tersebut dikirim dari Jawa.
"Saat ini kami telusuri bahan itu dari mana," ujarnya.
Fahrizal menambahkan, untuk menggunakannya, potasium tersebut ditambahkan dengan gula pasir dan dimasukkan ke botol yang diberi sumbu ledak.
"Nantinya bom ikan tersebut dijual ke para nelayan," tandasnya.
1 Residivis
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Lampung meringkus dua pelaku dalam pengamanan 50 kilogram bahan peledak.
Keduanya yakni Jahra Lakajihi (57) dan Andi (44), warga Jalan M Agus, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.
Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol Ivan Setiadi yang diwakili Kasubdit Gakum AKBP Ferizal menuturkan, satu pelaku bernama Jahra merupakan seorang residivis.
"Jadi Jahra ini sudah pernah dihukum di Rutan Bandar Lampung dengan kasus yang sama satu tahun lalu," sebutnya, Kamis (23/4/2020).
Pengamanan keduanya berdasarkan informasi masyarakat adanya penyelundupan bahan peledak.
"Jadi kami melakukan penyelidikan atas informasi masuknya bahan peledak ke Lampung dan akan dijual ke nelayan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ditpolairud Polda Lampung mengamankan bahan peledak seberat 50 kilogram.
Handak berjenis potasium ini rencananya dijadikan bahan bom ikan dan dipasarkan di Lampung. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)