Kasus Corona di Lampung
Cerita Pasien Sembuh di Lampung, Jadikan Bahagia sebagai 'Obat' Corona
Ia mengaku sebelum mengalami penurunan kondisi tubuh sepulang dari Karawaci, Tangerang.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satu lagi pasien Covid-19 atau virus corona di Lampung dinyatakan sembuh.
Pasien nomor 14 ini diperbolehkan pulang setelah menjalani isolasi di RSUDAM selama 25 hari.
Pasien bernama Herry (44) akhirnya pulang ke kediamannya di Jalan Karimun Jawa, Gang Hamid, Sukarame, Bandar Lampung, Selasa (28/4/2020).
Herry menuturkan, ia pulang setelah hasil swab menyatakan dirinya negatif corona.
• Sembuh dari Corona, Menhub Budi Karya: Pak Luhut Itu Penyelamat Saya
• Nasib TKI di Perantauan saat Corona, Cuma Makan Nasi Busuk 3 Kali Seminggu
• Gara-gara Hoaks Uang 1 Miliar, Perampok di Lampung Ditembak
• UPDATE Corona di Lampung 29 April, 46 Kasus Positif Covid-19
"Swab pertama hasilnya negatif, selang berikutnya keluar lagi hasil swab menyatakan saya positif dan puji Tuhan terakhir hasilnya negatif," ungkap Herry, Rabu (29/4/2020).
Herry menyebut tak mengetahui pasti kapan ia tertular corona.
Ia mengaku sebelum mengalami penurunan kondisi tubuh sepulang dari Karawaci, Tangerang.
Herry mengikuti kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota tersebut.
Namun, ia yakin tidak tertular virus corona di kampus tersebut.
"20 Februari saya pulang dari Karawaci. Tidak ada keluhan apa-apa. Sampe akhirnya 17 Maret itu saya perut saya sakit. Sejak itu kondisi tubuh menurun dan beberapa kali rawat jalan," jelasnya.
Akhirnya, pada 3 Maret, seorang dokter menyarankan Herry untuk dirujuk ke RSUDAM guna menjalani isolasi.
Ajaibnya, kata Herry, baru sehari menjalani isolasi kondisi tubuhnya langsung membaik.
Bahkan sampai ia pulang tak pernah lagi mengalami sakit.
Padahal sebelum dirujuk ke RS, ia sering mengalami panas tinggi dan gejala penyakit lain yang mengarah indikasi virus corona.
"Itulah kebesaran Tuhan terhadap umatnya. Saya sendiri sangat bersyukur sampai sekarang masih diberi kesehatan," ujar tenaga training sekolah Minggu (jemaat gereja) ini.