Berita Nasional

Rencana Kedatangan 500 TKA China Ditentang Gubernur dan DPRD, Jubir Luhut Angkat Bicara

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menanggapi rencana kedatangan para TKA China itu.

Tayang:
Editor: wakos reza gautama
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ilustrasi Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sekitar 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China direncanakan datang ke Sulawesi Tenggara.

Rencananya para TKA China akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Kedua perusahaan itu bergiat di bidang tambang nikel. 

Rencana kehadiran 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara mendapat tentangan dari Gubernur dan DPRD setempat.

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menanggapi rencana kedatangan para TKA China itu.

Beda Kebijakan dengan Menteri Kesehatan, Jokowi Panggil Luhut Binsar Pandjaitan

Viral Skripsi tentang Luhut Panjaitan, Kampus Unsoed Buka Suara

Mahasiswi Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Tinggalkan Sepucuk Surat hingga Dites Corona

Bansos dan BLT Bermasalah, RT hingga Kepala Desa Jadi Korban Amuk Warga

Ia mengatakan, rencana kedatangan 500 TKA China itu tak terkait dengan kepentingan pribadi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Tidak ada kepentingan Pak Luhut pribadi di sana (soal 500 TKA China) selain hanya ingin melihat kemajuan daerah dan Indonesia sebagai pemain utama dalam peningkatan nilai tambah komoditas nikel," kata Jodi kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Ia mengatakan, kedatangan para TKA China lantaran kemampuannya dibutuhkan.

Sebab ucapnya, tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.

Apalagi kata dia, perusahaan tempat TKA China dipekerjakaan menggunakan teknologi yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Ini kan pembangunan dengan teknologi mereka yang belum kita kuasai," ujarnya.

Meski begitu ungkapnya, pemerintah tak tinggal diam.

Agar kebutuhan sumberdaya manusia yang handal terpenuhi, pemerintah membangun politeknik di Morowali.

Jodi menyebut akan ada 600 lulusan setiap tahunnya.

Ia berharap nantinya para lulusan tersebut bisa secara bertahap menggantikan para pekerja asing.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved