Tribun Bandar Lampung

Cerita Pemuka Agama Minim Kegiatan Keagamaan, Pimpinan Ponpes Jual Kurma, Pemasukan Guru Ngaji Turun

Ustaz Muchammad Saman mengatakan, larangan mengadakan kegiatan keagamaan berimbas terhadap penghasilan.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Pribadi
Pimpinan ponpes Masyariqul Anwar, Ustaz Abuya Abidin. Cerita Pemuka Agama Minim Kegiatan Keagamaan, Pimpinan Ponpes Jual Kurma, Pemasukan Guru Ngaji Turun 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejak berlakunya sosial distancing selama pandemi Covid- 19, tempat ibadah masjid dilarang melakukan kegiatan keagamaan yang mengumpulkan jamaah jumlah banyak.

Larangan ini secara tidak langsung berpengaruh bagi mereka yang setiap hari banyak beraktivitas di dalam masjid seperti guru ngaji dan ustaz.

Seperti apa cerita mereka?

Ustaz Muchammad Saman mengatakan, larangan mengadakan kegiatan keagamaan berimbas terhadap penghasilan.

"Untuk kegiatan mengaji di masjid sementara ini diliburkan," jelasnya, Kamis (7/5/2020).

Cerita Pj Sekkab Lamsel Thamrin Jalani Ramadan di Tengah Pandemi, Jadi Imam Salat Tarawih Keluarga 

Cerita Guru di Pedalaman Tuba, Antar Materi untuk Belajar di Rumah karena Siswa Tak Punya Gadget

Pesbar Daerah Tertinggal di Lampung, Presiden Tetapkan 62 Daerah Tertinggal di Indonesia

4 Perampok Satroni Kamp Sawit di Tubaba, Tembak Mati Satu Korban yang Sedang Makan

Ia menyatakan, pendapatan sebagai guru ngaji jelas mengalami penurunan.

Bahkan, sejak dua bulan terakhir ini terpaksa berdiam diri di rumah.

Saman belum ada rencana untuk tetap mengajar anak didiknya melalui cara daring.

Seperti penggunaan aplikasi video call dalam aplikasi pesan WhatsApp, atau melalui sambungan telepon.

Menurutnya, mengajar anak membaca Alquran akan lebih efektif dilakukan dengan cara tatap muka.

"Biasa sering juga diundang untuk mengisi ceramah saat tarawih dan salat Jumat, sekarang sudah gak ada lagi karena masjid tutup," katanya.

Kendati demikian, warga Jalan Setia Budi, Telukbetung Barat ini cukup terbantu oleh pemerintah setempat.

Pasalnya, ia dan guru ngaji lainnya di kota Bandar Lampung masih menerima insentif dari Pemkot.

Saman turut prihatin terhadap rekan seprofesi dari kabupaten lain yang tidak mendapatkan perhatian baik dari pemerintah setempat.

"Kalau kita di kota alhamdulillah masih ada yang memperhatikan. Tapi ada teman kita di kabupaten itu benar benar tidak ada pemasukan sama sekali," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved