Ramadan 2020
Pahala Beri Makan Berbuka bagi Orang Berpuasa
Bagaimana pahalanya memberi makan berbuka untuk orang yang berpuasa? Bulan Ramadan adalah kesempatan menuai pahala melimpah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagaimana pahalanya memberi makan berbuka untuk orang yang berpuasa?
Dosanya Diampuni
Bulan Ramadan adalah kesempatan menuai pahala melimpah.
Banyak amalan yang bisa dilakukan agar menuai pahala yang luar biasa.
Di antaranya memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack kepada orang yang berpuasa.
• Hukum Zakat Fitrah bagi Ibu Hamil dan Bayi Dalam Kandungan
• Apa Hukum Memutus Tali Silaturahmi Saat Berpuasa?
• Apa Hukumnya Suntik saat Berpuasa? Simak Penjelasan MUI
• Kapan Batas Waktu Terakhir Membayar Zakat Fitrah?
Berikut ini janji yang disampaikan Rasulullah SAW tentang pahala memberi makan untuk orang yang berpuasa:
1. Mendapat pahala seperti orang orang yang berpuasa. Dari Abu Zaid bin Kholid al Juhaini berkata, Rasulallah SAW Bersabda:“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”(HR. Baihaqi)
2. Dosanya diampuni dan terbebas dari api neraka. Dari Ali bin Zaid bin judz’an, dari Sa’id bin Musayab dari Salman berkata, Rasulullah SAW khutbah pada hari terahir bulan Sya’ban: Barang siapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka akan menjadi penyebab dosanya dia ampuni dan terbebas dari api neraka, dan baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.
3.Doanya dikabulkan Allah
Nabi Shallallahu ‘‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”(HR. Turmudzi)
4.Dimasukkan ke dalam surga
Dari Nu’man bin Sa’id, dari Ali RA berkata, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.
”Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘‘Alaihi Wasallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan Salat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”(HR. Turmudzi)
KH Munawir
Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung