Bocah Hanyut di Bandar Lampung
Basarnas Imbau Orangtua Awasi Anak Bermain, Kasiops: Sungai Bukan Tempat Bermain yang Aman
Basarnas Lampung menyebut, danau dan sungai merupakan area berbahaya bagi anak anak.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Noval Andriansyah
Rencananya, pihak keluarga bakal segera memakamkan jasad Rei Arjio Pratama (10) di tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanjung Raya, Bandar Lampung.
Pantauan Tribunlampung.co.id, di sekitar rumah duka, mulai berdatangan kerabat dan tetangga untuk melayat.
Secara bergantian para pelayat masuk ke dalam rumah duka.
Mereka berusaha menenangkan keluarga korban agar tidak larut dalam kesedihan.
Tetangga korban, Nurbaiti (55) mengaku terkejut mendengar kabar bocah kelas empat SD Negeri 2 Tanjung Gading ini hanyut saat mandi di Sungai.
Menurut Nurbaiti, korban termasuk anak yang pendiam dan jarang main air di Sungai.
"Sedih, ya namanya musibah," ujar Nurbaiti, Selasa (2/6/2020).
Dirinya prihatin melihat kondisi cucu tetangganya yang hampir dua tahun belakangan dirawat kakeknya.
"Dia (korban) sama dua adiknya tinggal di rumah kakeknya," katanya.
Sementara ibu kandung korban, Mira Anggini, tampak terpukul melihat sang anak sudah terbujur kaku.
Ibu korban tak hentinya meratapi kepergian putra sulung yang ia lahirkan 10 tahun silam.
Diketahui, Mira baru sampai ke rumah mertua (kakek korban) pagi tadi.
Pasalnya, selama ini ibu korban kerja di pulau Jawa.
"Kemarin sore ibunya langsung dikabarin, jadi pagi tadi baru sampe ke sini."
"Saya harap keluarga sabar semoga Jio tenang di sana," imbuh Nurbaiti.
Ditemukan di Dasar Sungai