Puting Beliung di Bandar Lampung
Sekretaris BPBD Bandar Lampung Ngaku Belum Dapat Laporan Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga
Hujan deras disertai angin puting beliung menghancurkan beberapa rumah di Pulau Pasaran, Bandar Lampung.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
"Suaranya makin kencang dan terdengar bunyi-bunyi dan suara benturan di luar rumah," kata Aliudin menceritakan, Kamis (21/5/2020).
Sedetik kemudian, kata Aliudin, terdengar suara benturan keras di atas rumahnya dan halaman rumahnya.
Bersamaan dengan itu, genting rumahnya berhamburan terbang ke atas.
"Saya baru sadar saat itu saya lihat dari dalam rumah rupanya ada angin kencang atau angin puting beliung."

"Semua yang ada di luar beterbangan. Genting rumah juga ikut terbang," kata Aliudin.
Di saat suara gemuruh itu datang, yang lantas menghempas semua yang ada di bawah pusaran angin, teriakan Allahu Akbar dari orang-orang pun menggema saling bersahutan.
Atap rumah milik Aliudin dan rumah warga lainnya pun berhamburan ke atas.
Berputar menggulung-gulung.
"Orang-orang pada teriak, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Semua ketakutan," kata Aliudin.
Cerita sama juga diungkapkan Heri, warga kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.
Menurut Heri, pusaran angin puting beliung yang menghembus pepohonan dan bangunan itu terjadi dengan cepat.
Sebelum angin puting beliung menerjang rumah warga, awalnya dia melihat awan hitam pekat menyelimuti langit di atas Pasar Unit 2.
Awan yang berbentuk badai itu juga terlihat dari Lapangan Pasar Unit 2 serta daerah sekitar Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya.
"Nggak lama, kemudian terdengar suara petir dan hujan deras. Beberapa saat kemudian, ada suara gemuruh angin cukup kuat," kata Heri.
Di saat bersamaan gumpalan awan mulai bergerak menggulung di atas rumah warga.
"Saat itulah ada suara-suara berisik di atas atap rumah dan teriakan masyarakat."
"Genting pada berhamburan ke atas," tandas Heri.
Sebelumnya diberitakan, angin puting beliung menyapu rumah warga di beberapa kampung yang ada di Kecamatan Banjar Agung dan Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang, Rabu (20/05/2020) sore.
Angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan deras yang turun Rabu sore tadi setidaknya memporak porandakan rumah warga di Kampung Tri Mulya Jaya, Tri Tunggal Jaya, dan Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang.
Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin menyebut, tiga kampung itu menjadi titik terparah akibat sapuan angin puting beliung.
"Sementara ini tiga kampung yang menjadi titik terparah."
"Data validnya jumlah rumah yang disapu angin puting beliung belum dapat, masih diinventarisir," terang Kompol Rahmin, Rabu malam.
Tarian dan tiupan maut si puting beliung terjadi sekitar pukul 14.20 WIB.
Data sementara yang didapat Tribunlampung.co.id, rumah rusak di Kampung Tritunggal Jaya sebanyak 50 unit, dengan rincian rumah rusak berat sekitar 20 unit, sisanya rusak ringan.
Kemudian, di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya ada sebanyak 40 rumah.
"Datanya belum akurat, belum didata secara keseluruhan."
"Data sementara ada 40 rumah rusak, mayoritas rusak berat."
"Nanti data lengkap dan akuratnya menyusul," ujar Yusman, Kepala Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)