Tribun Bandar Lampung
Material Galian Proyek PDAM di Jalan ZA Pagar Alam, Makan Bahu Jalan Dikeluhkan Pengendara
Puluhan pekerja sejak beberapa hari ini nampak melakukan penggalian untuk pemasangan pipa PDAM di ruas Jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. BANDAR LAMPUNG - Puluhan pekerja sejak beberapa hari ini nampak melakukan penggalian untuk pemasangan pipa PDAM di ruas Jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Bandar Lampung.
Pantauan Tribunlampung.co.id, nampak tanah hasil galian memenuhi pinggiran ruas jalan protokol tersebut, Sabtu (27/6/2020).
Bahkan ada yang memakan bahu jalan seperti di sisi jalan sebelum Underpass Unila arah Jalan Kopi.
Nampak juga terpasang papan pemberitahuan yang dipasang di lokasi pengerjaan mengenai proyek pengerjaan tersebut.
Terlihat pekerja melakukan penggalian tanah untuk memasukkan pipa jaringan PDAM.
"Iya (nggali) buat masang pipa jaringan PDAM," ujar salah seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya.
• Modus Beli HP Lewat COD, 2 Begundal di Bandar Lampung Rampas Ponsel Penjual, Kini Mendekam di Bui
• UPDATE Pasien Corona Sembuh di Lampung Tambah 4, Pasien Positif Corona Tambah 1
• Penyebab 3 Daerah di Lampung Terancam Batal Gelar Pilkada Serentak 2020
• Atlet Bisbol dan Sofbol Lampung Siap Latihan Lagi, Ketum Perbasasi: Lampung Target 2 Medali di PON
Sejumlah pengguna jalan dan pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut mengaku cukup terganggu dengan aktivitas pengerjaan.
Terlebih jika pada jam sibuk karena dianggap menambah kondisi kemacetan yang ada.
"Kalau siang sama sore pas jam pulang kantor cukup macet di ruas ini."
"Soalnya material galian diletakkan di pinggir jalan seperti itu," beber salah satu pengendara roda dua yang kerap melintas, Maryudin.
Dia berharap, proses pengerjaan tidak menganggu arus lalu lintas dan material galian tidak dibiarkan nampak semrawut.
"Namanya kerja di ruas jalan protokol harusnya lebih rapi biar kesannya nggak semrawut," harapnya.
Hal senada juga dibenarkan pengguna jalan lainnya Yani.
Diakuinya saat sore hari kemacetan semakin bertambah karena adanya aktivitas pedagang makanan di jalur tersebut.
"Udah ada material galian terus ditambah aktivitas penjual makanan, banyak pengendara yang berhenti jadi tambah macet," tutur mahasiswi salah satu kampus swasta ini.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)