Cerita Getir ABK Indonesia di Kapal China, Kerja Tak Kenal Waktu, Diberi Makanan Kedaluwarsa

Diberi makan makanan kedaluwarsa, waktu istirahat yang sangat terbatas, kerja dari pagi hingga malam, ditambah tekanan serta rindu akan keluarga.

TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Anggota TNI AL dan polisi menurunkan jenazah Hasan Afriadi, ABK asal Lampung, dari Kapal Luang Huang Yuan Yu 118 di Dermaga Lanal Batam, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BATAM - Sebanyak 22 WNI selamat dievakuasi dari kapal berbendera China bernama Lu Huang Yuan Yu 117.

Mereka pun mengungkapkan cerita getir selama berada di kapal penangkap ikan tersebut.

Diberi makan makanan kedaluwarsa, waktu istirahat yang sangat terbatas, kerja dari pagi hingga malam, ditambah tekanan serta rindu akan keluarga.

Itulah yang terangkum dalam curhatan beberapa anak buah kapal pekerja migran Indonesia di kapal Lu Huang Yuan Yu 117 saat berlabuh di dermaga Pelabuhan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, Kamis (9/7/2020).

Penampilan mereka terlihat kusut, matanya memerah, kulitnya hitam kelat.

ABK asal Lampung Disiksa Sebelum Tewas di Kapal Ikan China

Kapal Berisi Jenazah ABK asal Lampung Sempat Singgah ke Singapura

Heboh Isu Menkes Kena Reshuffle, Zulhas: Terawan Menteri Kesayangan Jokowi

Viral Mobil Dinas Wapres Diisi Bensin Pakai Jeriken

Sedangkan rambutnya acak-acakan berwarna hitam merah lantaran terpanggang matahari setiap saat.

Hanya kata penyesalan yang terucap dari mulut salah satu ABK PMI bernama Novantino (22).

Pria asal Kediri, Jatim ini tahu betul apa yang dialami dan dirasakannya bersama 21 rekannya saat bekerja di atas kapal itu.

Sore itu sesaat setelah melangkah keluar dari dalam kapal perbudakan itu menuju dermaga Lanal, mereka langsung dikumpulkan.

Tas ranselnya pun diturunkan satu persatu.

Mereka istirahat sejenak menunggu pemeriksaan kesehatan.

Kepada Tribunbatam.id, satu-satu mereka mengungkap cerita pengalaman yang dilaluinya.

"Tidak ada cerita pengalaman baik, hanya kepedihan yang kami lalui bekerja di kapal itu, bukan cuma saya. Semua kami merasakan hal yang sama," kata Siswandi, ABK asal Jakarta.

Siswandi terlihat tersenyum kecut, kulit wajahnya pun terlihat hitam gosong dan matanya merah.

Ia tampak terlihat geram.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved