Pencurian di Lampung Utara
Tak Pernah Telat Bayar Keamanan, Pemilik Toko Berharap Ada Antisipasi dari Pemerintah Soal Pencurian
Untuk keamanan, dirinya juga sudah membayar uang keamanan salar. Ia juga mengaku tidak pernah telat dalam membayar kewajiban tesebut.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Pelaku diperkirakan masuk dan keluar dari tokonya melalui plafon.
Sebab pintu roling yang ada di depan, tidak rusak sama sekali.
Semua bekas es krim sudah saya buang ke tempat sampah.
Kejadian pencurian juga terjadi sudah dua kali.
Pertama kali, sebelum lebaran Idul Fitri bulan Mei 2020. Saat itu, pelaku membobol tokonya.
Kerugian akibat pencurian senilai Rp 20 jutaan.
Barang dagangan saat itu hampir habis semua dicuri.
Uang Receh Ikut Raib
Selain mengambil rokok di Toko 99, Ko Afong pemilik toko mengatakan, pencuri juga mengambil uang receh yang ada di dalam laci.
Pecahan uang receh yang diambil Rp 1.000, Rp 500 dan uang kertas Rp 2.000.
Uang tersebut memang tidak dibawa pulang ke rumah, sengaja ditinggal di toko.
Uang tersebut dipakai untuk membayar sisa pembelian dari warga yang berbelanja.
“Uang recehnya ada sekitar Rp 4 juta,” jelas Dia.
Uang hasil penjualan tidak ditinggal di toko.
Tidak ada kerugian jiwa pada kejadian pencurian tersebut.
Kerugian Ditaksir Rp 20 Juta