Tribun Bandar Lampung

Air SPAM Meluap ke Jalan, Rumah Warga Rajabasa Tergenang

Air yang diduga berasal dari bak penampungan Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Rajabasa milik PDAM Way Rilau meluber hingga ke badan jalan.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Warga
Sebuah rumah Jalan Abdul Kadir, Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung tergenang air luapan, Rabu (15/7/2020) malam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Air yang diduga berasal dari bak penampungan Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Rajabasa milik PDAM Way Rilau meluber hingga ke badan jalan.

Akibatnya, sebuah rumah di Jalan Abdul Kadir, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, tergenang, Rabu (15/7/2020) malam. 

Pemilik rumah Jani mengatakan, luapan air dari SPAM diperkirakan masuk ke dalam rumah sekitar pukul 19.50 WIB. 

Saat itu Jani dan beberapa orang penghuni rumah sedang berada di ruang makan.

"Kita lagi makan, tiba tiba lantai basah padahal gak ada hujan," ujar Jani, Kamis (16/7/2020). 

Galian SPAM di Jalan ZA Pagar Alam Bikin Macet, Pengguna Jalan Mengeluh 

Air SPAM di Bandar Lampung Ditarget Mengalir Agustus 2020

BREAKING NEWS Polda Lampung Limpahkan Berkas Perkara Oknum Cabul Lampung Timur ke Kejati

Selain Curanmor, Pria Sendang Agung Ini juga Kerap Membegal

Sebelumnya, lanjut Jani, memang terdengar suara aliran air yang cukup deras.

Ia mengira suara itu bersumber dari tandon air yang berada di samping rumah. 

Ternyata setelah dicek tandon air tersebut dalam keadaan tidak dinyalakan, sementara di sekitarnya tidak ada tetesan air. 

"Cek ke depan rumah ternyata airnya berasal dari SPAM ini, karena saluran air mampet jadi meluap ke rumah," katanya. 

Jani menambahkan, ada sekira 15 menit aliran air dari SPAM terus mengalir masuk ke dalam rumah.

Untungnya pengawas proyek SPAM cepat tanggap hingga aliran air tersebut segera terhenti. 

Setelah ditanya ke pihak proyek, lanjut Jani, air yang masuk ke dalam rumah dikarenakan sedang ada flushing (pembersihan). 

Namun flushing yang dilakukan pengelola SPAM tersebut tidak memperhatikan dampaknya.

Pasalnya, saluran air didekat areal SPAM tersumbat hingga meluap ke rumah warga. 

"Setelah mengetahui ada masalah saat sedang flushing, pekerjanya langsung menyetop aliran air. Gak sampe setengah jam air udah gak masuk ke rumah lagi," jelasnya. 

Meski air sudah tak lagi mengalir, pemilik rumah terpaksa membersihkan lantai dari lumpur.

"Sampai jam 10 malam kita beres beres rumah. Karena air campur lumpur masuk sampai belakang rumah," imbuh Tantri, kerabat Jani. 

Menurut Tantri, air yang masuk tadi malam setinggi mata kaki.

Untunglah tidak ada kerugian materil yang disebabkan banjir dadakan pada malam itu. 

Namun ia khawatir jika saluran air di sekitar SPAM Rajabasa belum diperbaiki, tidak menutup kemungkinan peristiwa tadi malam terjadi lagi. 

"Ya kaget, karena disini kalau hujan gak pernah banjir. Tapi tadi malam gak hujan kok air masuk ke rumah," katanya. 

Selain takut terjadi banjir, Tantri dan pemilik rumah berharap pengelola proyek memperhatikan dampak lain dari pembangunan tersebut. 

"Yang kena banjir hanya rumah kami, tapi warga sini juga banyak yang ngeluh. Karena saat musim hujan jalan di depan ini becek, kalau panas berdebu," katanya. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved