Kasus Corona di Lampung
Jadi Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Tertinggi, Panjang Dipastikan Tidak Lockdown
Meski begitu, Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak berencana melakukan lockdown berskala kecil di Kecamatan Panjang.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Panjang menjadi kecamatan dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Bandar Lampung.
Meski begitu, Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak berencana melakukan lockdown berskala kecil di Kecamatan Panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, lockdown lokal tidak diterapkan karena kasus positif Covid-19 di Panjang merupakan hasil tracing.
"Kita (pemkot) tidak akan menerapkan lockdown lokal karena kasus yang ada di Panjang semuanya merupakan kasus lama," kata Edwin, Sabtu (18/7/2020).
Berdasarkan data di laman covid19.bandarlampungkota.go.id yang diakses Tribunlampung.co.id, Sabtu (18/7/2020), Kecamatan Panjang menyumbang kontribusi kasus positif virus corona sebanyak 30 kasus dari total 111 kasus di Bandar Lampung.
• 111 Kasus Positif Covid-19 di Bandar Lampung, Tinggal 22 Orang Diisolasi
• Dampak Covid-19, Hotel-hotel Bintang di Lampung Beri Diskon 50 Persen
• Jenazah ABK asal Pesisir Barat Tiba di Kampung Halaman, Orangtua Haru Campur Bahagia
• Bacok Warganya, Oknum Kades di Lampung Utara Diamankan Polisi
Angka tersebut mencapai 27 persen dari jumlah total kasus positif di Bandar Lampung.
Dari 30 kasus terkonfirmasi positif di Kecamatan Panjang, 2 pasien meninggal dunia dan 21 pasien lainnya dinyatakan sembuh.
"Mereka yang masih dalam penanganan selalu kita imbau untuk melakukan isolasi dengan tertib. Ada yang diisolasi secara mandiri di rumah. Ada juga yang isolasi dengan penanganan medis di rumah sakit," jelasnya.
Dari data per Jumat (17/7/2020) lalu, Bandar Lampung memiliki 111 kasus positif Covid-19.
TONTON JUGA:
Dengan rincian 82 orang sembuh, 7 orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam penanganan. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)