Breaking News:

Eksekusi Terpidana Fee Proyek Lampura

Eks Kadis PUPR Lampung Utara Bantah Enggan Satu Lapas dengan Bupati Nonaktif Lampura

Syahbudin pun meminta dengan hormat agar Agung Ilmu Mangkunegara diperkenankan dibina di Lapas Kelas I Bandar Lampung sesuai dengan keinginan.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - Mantan Kepala Dinas PUPR Lampung Utara Syahbudin menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan suap fee proyek Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/1/2020). Eks Kadis PUPR Lampung Utara Bantah Enggan Satu Lapas dengan Bupati Nonaktif Lampura. 

"Kami minta damai, gak ada kecil hati, intinya ini sudah selesai jadi gak perlu takut," tandasnya Sopian.

Sebelumnya Penasihat Hukum Syahbudin, Pahrozi mengaku akan mengajukan permohonan agar kliennya dipindahkan jika Agung dieksekusi di Lapas Rajabasa.

"Kalau pun nanti digabung dengan Agung tentu saya akan bermohon minta pindah ke tempat lain, karena kami ingin menjaga kenyamanan kemudian psikologis klien saya," tandasnya.

Tetap Ajukan Pindah

Tak sesuai harapan, pihak keluarga bakal tetap ajukan permohonan agar Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas I Bandar Lampung atau Lapas Rajabasa.

KPK melalui jaksa eksekutor resmi melaksanakan eksekusi terhadap empat terpidana kasus suap fee proyek Lampung Utara, yakni Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) Bupati nonaktif Lampura, Raden Syahril paman AIM, Mantan Kadis PUPR Lampura Syahbudin, dan Mantan Kadisdag Lampura Wan Hendri, Selasa (21/7/2020).

Penasihat Hukum AIM, Sopian Sitepu menyampaikan dari awal persidangan saat pembelaan AIM sudah meminta untuk dieksekusi di Lampung.

"Khususnya di Lapas Rajabasa, karena dilihat dari sisi peruntukan Rutan yang hanya sebagai rumah tahanan dan Lapas sebagai lembaga pemasyarakatan yang mana ada pembinaan atas dasar itulah kami minta ke (Lapas) Rajabasa," ujar Sopian Sitepu, Selasa 21 Juli 2020.

Lanjutnya, pihaknya akan tetap melakukan permohonan agar kliennya Agung Ilmu Mangkunegara bisa menjalani pidana di Lapas Rajabasa.

"Keluarga menyerahkan semua ke Pak Agung dan yang bersangkutan kosul ke kami, pada dasarnya kami tetap dalam aturan dan kami hargai keputusan jaksa, tapi kedepan kami memohon apakah tepatnya pak Agung agar di Lapas," serunya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved