Tribun Bandar Lampung

KPK Setorkan Uang Pengganti Kerugian Perkara Suap Fee Proyek Lampura ke Kas Negara

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya telah melakukan penyetoran ke kas negara atas pembayaran kerugian negara.

Grafis/Dodi
ilustrasi korupsi. KPK Setorkan Uang Pengganti Kerugian Perkara Suap Fee Proyek Lampura ke Kas Negara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyetorkan uang pengganti kerugian atas perkara suap fee proyek Lampung Utara ke negara.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya telah melakukan penyetoran ke kas negara atas pembayaran kerugian negara dalam perkara suap fee proyek Lampung Utara.

"Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu, Jumat, 24/7/2020 telah melakukan penyetoran ke kas negara," kata Ali, Rabu 29 Juli 2020.

Ali menuturkan uang tersebut sebagai pemasukan bagi kas negara.

"Yang bersumber dari pemulihan aset hasil Tipikor atau asset recovery tindak pidana korupsi," terangnya.

TONTON JUGA:

Ali menuturkan adapun uang yang disetorkan ke negara yakni atas kerugian terpidana Agung Ilmu Mangkunegara Bupati nonaktif Lampung Utara dan Mantan Kadis PUPR Lampung Utara Syahbudin.

Adapun uang dari terpidana Agung Ilmu Mangkunegara Bupati nonaktif Lampung Utara terdiri dari uang rampasan (saat OTT), uang pengganti dan uang denda.

3 Terpidana Suap Fee Proyek Lampura 1 Blok dengan Zainudin Hasan dan Khamami di Lapas Rajabasa

Pakai Jaket Hoodie, Begini Penampakan Artis VS di Polresta Bandar Lampung

Cerita Pemuda Lampung Temukan Bug Instagram dan Tokopedia, Thomas Dapat Imbalan 750 Dolar

Gerebek Artis VS, Polisi Temukan Uang Tunai Rp 30 Juta di Kamar Hotel

"Uang Rampasan sebesar Rp 542.330.000, uang Pengganti untuk cicilan pertama sebesar Rp2.122.388.000,00 dari total Rp74.634.866.000. Dan telah lunas membayar denda sejumlah Rp750.000.000," sebut Ali.

Sementara kata Ali, untuk terpidana Syahbudin mantan Kadis PUPR Kabupaten Lampung Utara telah lunas membayar uang pengganti.

"Uang pengganti sejumlah Rp2.382.403.500. KPK akan terus berupaya dalam proses penindakan Tipikor juga akan berfokus pada pemulihan hasil korupsi baik berupa pembebanan denda, perampasan aset maupun uang pengganti sebagai pemasukan bagi kas negara," tandasnya.

Sementara itu penasihat hukum Agung Ilmu Mangkunegara, Sopian Sitepu, mengakui jika kliennya telah melunasi uang denda.

"Untuk (pelunasan) uang pengganti masih dipikirkan caranya kalau bisa diupayakan," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved