Kebakaran di Bandar Lampung
Uang Tabungan Ludes Terbakar, Tukang Parkir Ini Masih Bersyukur Keluarga dan Motornya Selamat
Musibah kebakaran terjadi di Jalan Jenderal Suprapto, Gang Bintara II, Kelurahan Pelita, Enggal, Bandar Lampung, Senin (3/8/2020) sekira pukul 03.00 W
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Musibah kebakaran terjadi di Jalan Jenderal Suprapto, Gang Bintara II, Kelurahan Pelita, Enggal, Bandar Lampung, Senin (3/8/2020) sekira pukul 03.00 WIB.
Dalam kejadian itu, rumah milik Enong (50) ludes terbakar.
Selain Enong, rumah tersebut juga dihuni oleh Ari Irawan (58) bersama istri dan kedua anaknya.
Ari menyewa bagian belakang rumah Enong sejak dua tahun silam.
Kebakaran tadi malam menghanguskan seisi rumah.
TONTON JUGA:
Beruntung, Ari dan keluarganya selamat dalam musibah tersebut.
"Untungnya keluarga saya selamat. Kalau barang-barang (yang selamat) cuma motor. Lainnya hangus terbakar," ujar Ari.

Ari menuturkan, sekira pukul 03.00 ia terbangun saat mendengar suara gaduh dari dinding rumah sebelah yang dihuni Enong dan keluarganya.
• Kebakaran Rumah di Enggal, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta
• Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Rumah Semi Permanen di Kelurahan Pelita Enggal
• Bocah 14 Tahun Dipukuli Warga Labuhan Ratu Alami Luka Memar
• BREAKING NEWS Divonis 6 Tahun Penjara, Warga Keteguhan Merengek ke Hakim
Ia terkejut saat bangun melihat api sudah berkobar hebat di plafon rumahnya.
Spontan ia membangunkan istri dan kedua anaknya.
Sembari penghuni rumah keluar, Ari berusaha menyelamatkan motor yang diparkir tepat di depan pintu rumah bagian dalam.
Api dengan cepat menyambar seluruh isi rumah.
Dalam sekejap, tak ada barang lain yang sempat diselamatkan Ari.
"Kurang lebih kerugian Rp 30 juta. Selain perabotan rumah, ada uang tabungan Rp 8 juta ikut terbakar," katanya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir ini hanya bisa pasrah atas musibah tersebut.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah.
"Semoga saja segera dapat bantuan. Sementara anak dan istri numpang di rumah tetangga. Ini saja baju yang saya pake dikasih tetangga," jelasnya.
Sementara Usuf (62), kakak kandung Eliati, istri Enong, mendapati kabar rumah kerabatnya terbakar sekitar pukul 03.30 WIB.
Mendapatkan kabar tersebut, ia langsung menuju lokasi.
Saat tiba, api masih berkobar hebat.
Beruntung kerabatnya sudah dievakuasi ke luar rumah.
"Kalau penyebabnya apa, saya kurang tahu," ujar Usuf.
Warga Jalan P Antasari, Tanjungkarang Timur ini menyebut tak ada harta benda yang dapat diselamatkan.
"Semua terbakar. Untungnya gak ada korban jiwa," kata Usuf.
Sementara menurut salah satu kerabat korban yang enggan disebut namanya, kebakaran bermula saat anak pemilik rumah yang diketahui bernama Asis membakar pengharum ruangan yang tergantung di jendela kamar.
Setelah itu, gantungan pengharum ruangan tersebut jatuh menimpa kakinya.
Spontan, Asis merintih kepanasan.
"Stela (merek pengharum ruangan) terbakar kena kaki. Ketendang sama dia kena gorden. Setelah itu sudah api nyambar yang lain," jelasnya.
Ia membenarkan Asis mengalami gangguan kejiwaan.
"Iya gitu, sekarang masih diperiksa sama polisi," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)