Tribun Tanggamus

Terguling di Jalinbar Semaka, Ambulans Bawa 8 Penumpang Terjun ke Sawah

Sebuah mobil ambulans terguling di Jalinbar ruas Pekon Sri Katon, Kecamatan Semaka, Tanggamus, Senin (31/8/2020).

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Polres Tanggamus
Mobil ambulans terguling di Jalinbar ruas Pekon Sri Katon, Kecamatan Semaka, Tanggamus, Senin (31/8/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMAKA - Sebuah mobil ambulans terguling di Jalinbar ruas Pekon Sri Katon, Kecamatan Semaka, Tanggamus, Senin (31/8/2020).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut.

Kasat Lantas Polres Tanggamus Inspektur Satu Rudi S mengatakan, ambulans nopol BE 9254 XZ tersebut milik Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat.

Menurut Rudi, kecelakaan diduga akibat sopir lepas kendali lalu kendaraan keluar dari badan jalan, menabrak tiang listrik, lalu terguling dan terjun ke sawah.

Nasib Sopir Kijang yang Halangi Ambulans hingga Pasien Meninggal

Tabrak Pembatas Jalan, Ambulans Bawa Pasien Jantung Ringsek di Flyover MBK Bandar Lampung

Pengakuan Sopir Truk Jadi Gembong Curanmor, Butuh Uang untuk Hidupi 2 Anaknya

Brankas Dicuri di Siang Bolong, Warga Bandar Lampung Kehilangan Perhiasan dan Uang Ratusan Juta

"Ambulans dikemudikan Wahyu Rosiadi (30), warga Pekon Sukamarga, Bengkunat, Pesisir Barat. Kondisinya sehat, tidak mengalami luka," kata Rudi, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Senin (31/8/2020).

Ambulans tersebut membawa delapan penumpang, yakni Lisnawati (30), Alwa Hadi (43), Zairi (50), Ahdawati (45), Zainatun (50), Nafsahbanda (11), Handayani (8), dan Adil (5).

Seluruhnya warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat.

Menurut Rudi, hanya satu penumpang yang mengalami luka.

"Penumpang yang mengalami luka robek telinga bernama Lisnawati. Penumpang lain maupun sopir tidak mengalami luka," ujar Rudi.

Ia menambahkan, kecelakaan bermula saat ambulans melaju dari arah Bandar Lampung menuju Pesisir Barat.

Setiba di jalan menikung, sopir ambulans melihat ada kendaraan dari arah berlawanan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Untuk menghindari tabrakan, sopir ambulans membanting setir ke kiri.

Tak pelak, ambulans itu menabrak tiang listrik dan akhirnya terguling di sawah.

Rudi menjelaskan, ambulans tersebut tidak mengangkut pasien.

“Jadi isi dalam ambulans hanya penumpang. Akhirnya semua dibawa ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.

"Kendaraan ambulans juga kami evakuasi dan perkiraan kerugian sekitar Rp 10 juta," kata Rudi.

Ia mengimbau ambulans hanya digunakan untuk membawa orang sakit.

Bukan malah untuk membawa penumpang, bahkan dalam jumlah banyak.

"Peruntukan ambulans untuk membawa orang sakit, bukan untuk mobil penumpang. Dan kami imbau masyarakat jangan lagi memakai ambulans untuk mengangkut penumpang," tandas Rudi. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved