Breaking News:

Tribun Lampung Utara

BPS Lampung Utara Gelar Sensus Night, 5 Tunawisma Disensus

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Utara mendata 5 tunawisma yang berada di Lampung Utara.

Dokumentasi BPS
Mendata tunawisma oleh seorang petugas sensus BPS Lampung Utara. BPS Lampung Utara Gelar Sensus Night, 5 Tunawisma Disensus 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.Co.ID, LAMPUNG UTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Utara mendata 5 tunawisma yang berada di Lampung Utara pada hari Selasa (15/09/20) malam.

Setelah melakukan pendataan sensus penduduk dari rumah ke rumah, BPS melakukan pendataan terhadap tunawisma yang tidur di emperan toko.

Kepala BPS Lampung Utara Anwar Cholili mengatakan dalam mendata tunawisma, yang dilakukan pada malam hari.

"Setelah melakukan sensus penduduk door to door, kita melakukan pendataan masyarakat yang tidak mempunyai tempat tinggal atau tunawisma yang tidur di emperan toko maupun kolong jembatan,” ujar Anwar Cholili, Kamis 17 September 2020.

Petugas BPS yang terlibat kurang lebih ada dua tim yang melakukan penyisiran, satu tim menyisir di wilayah propau, terminal propau dan sekitarnya.

“Satu tim menyisir di wilayah kotabumi sepanjang jalan alamsyah ratu Perwiranegara, Jendral Sudirman, pasar pagi, pasar sentral dan sekitarnya,” ujar Anwar Cholili.

Sensus Penduduk Online, BPS Lampura Target Satu KK per Hari

Beli Bonsai Beringin Rp 100 Juta, Hobi Bonsai Warga di Tengah Pandemi Covid-19 

Anwar mengatakan pendataan dilakukan malam hari karena pada saat itu, para tunawisma sedang tidur, keberadaannya mereka lebih mudah dilacak atau ditemui daripada siang hari.

“Kalau siang hari kebanyakan mereka kerja cari rezeki,” jelas Anwar Cholili.

Sama halnya dengan sensus yang dilakukan secara door to door, petugas sensus meminta KTP bagi para tunawisma yang berada di Kabupaten Lampung Utara.

Bila tidak membawa, petugas tetap menanyakan asal dari para tunawisma tersebut.

"Tentunya kita tanya domisili mereka, identitas mereka biar tahu asal dari mereka karena memang sering berpindah-pindah tempat," papar Anwar Cholili.

Selanjutnya, data yang terkumpul baik dari tunawisma maupun dari masyarakat yang dilakukan secara door to door diserahkan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

"Penduduk akan kita bedakan yang memiliki tempat tinggal tetap dan data dari tunawisma. Kita gabungan dan serahkan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri," terang Anwar Cholili. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved