Berita Nasional

Polisi Meninggal Diduga Dibegal, Keluarga Curigai Mobil Boks Dekat Rumah

Seorang polisi Briptu Andry Wibowo meninggal diduga korban begal. Tapi keluarga tak percaya, korban jadi korban begal

Tayang:
KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Polisi lakukan olah TKP di Jalan Sapi Perah, Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2020). Polisi Meninggal Diduga Jadi Korban Begal, Keluarga Curigai Mobil Boks Dekat Rumah 

Mereka datang bersamaan dengan Wakapolrestro Jakarta Timur AKBP Steven Tamuntuan tiba di lokasi yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah duka Andry.

Dalam olah TKP tersebut personel Ditlantas Polda Metro tampak menandai lokasi jasad Andry ditemukan menggunakan pilox berwarna putih.

Sementara satu personel POM TNI tampak membawa sejumlah lembaran kertas lalu mencatat hasil olah TKP yang dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Proses olah TKP yang dilakukan personal Ditlantas Polda Metro Jaya dan POM TNI itu rampung sekira pukul 17.08 WIB.

Tapi saat dikonfirmasi hasil olah TKP Steven ogah bicara dengan alasan kasus ditangani Polda Metro Jaya, bukan Polrestro Jakarta Timur.

"Tanya ke Kabid Humas (Polda Metro Jaya) saja," kata Steven.

Mobil Mencurigakan

Wandi (35), warga setempat yang menyaksikan proses evakuasi jasad mengatakan luka paling jelas tampak pada bagian punggung korban.

Namun, selain di bagian punggung, dia mengaku tak bisa memastikan lagi di bagian tubuh mana saja terdapat luka pada korban.

Pasalnya saat jasad dievakuasi warga diminta menjauh dari lokasi kejadian.

Dugaan warga, Andry mengalami lebih dari satu luka penganiayaan karena banyaknya darah di lokasi.

"Jadi pas ditemukan itu awalnya dikira korban kecelakaan lalu lintas, karena posisi badannya seperti orang terseret. Tapi lukanya banyak, mungkin dibunuh," ujarnya.

Adik Ipar Briptu Andry, Mega Putri Maharani menjelaskan Andry awalnya keluar rumah sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban sempat pamit kepada orangtuanya walaupun tak menjelaskan ingin pergi kemana.

Saat korban ingin pergi, Mega melihat mobil Daihatsu Grandmax berwarna Silver terparkir di depan toko gas samping rumah korban.

Dia sempat menaruh curiga lantaran mobil tersebut sudah ada sejak pukul 02.00 hingga pagi hari.

"Itu mobil dari dini hari sampai pagi masih ada," kata Mega.

Mega sempat bertanya kepada pemilik mobil terkait keberadaannya di sana. Pemilik mobil berdalih sedang menunggu parsel.

"Saya sempat nanya kenapa nungguin parsel? Soalnya enggak balik-balik. Kata dia ini tukang gas mau ngambil parsel," jelas Mega.

Mega tak mau ambil pusing dengan jawaban tersebut dan kembali masuk ke rumah.

Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 05.30 WIB, pihak keluarga mendapati kabar bahwa Andry tewas.

Sebelumnya, jajaran penyidik Polda Metro Jaya sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tempat ditemukannya korban.

Polisi juga meminta keterangan beberapa saksi di lokasi.

(Kompas.com/Tribun Network/bim/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved