Pilkada Lampung Tengah 2020

Pjs Bupati Adi Erlansyah Imbau ASN Jaga Netralitas di Pilkada Lampung Tengah 2020

Adi mengimbau kepada aparatur sipil negara (ASN), khususnya di Lamteng, supaya tidak terlibat dalam politik praktis.

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Pjs Bupati Lamteng Adi Erlansyah (kiri) memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Pjs Bupati Adi Erlansyah Imbau ASN Jaga Netralitas di Pilkada Lampung Tengah 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Terkait pembagian paket sembako yang di dalamnya terdapat gambar bupati non aktif yang juga calon bupati 2021-2026, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lamteng Adi Erlansyah memberikan tanggapannya.

Adi menjelaskan, karena persoalan tersebut masuk ke ranah pemilu, ia meminta awak media melakukan konfirmasi kepada penyelenggara Pemilu di kabupaten itu.

"Itu masuk ranahnya Bawaslu, jadi silahkan untuk yang itu dikonfirmasi dengan Bawaslu sebagai pihaknya yang berwenang (memberikan tanggapan)," kata Adi Erlansyah.

Namun begitu, Adi mengimbau kepada Baznas selaku badan yang sifatnya independen untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan undang-undang.

Tak hanya itu, Adi juga mengimbau kepada aparatur sipil negara (ASN), khususnya di Lamteng, supaya tidak terlibat dalam politik praktis.

BREAKING NEWS Panwascam Temukan Pembagian Sembako Bergambar Calon di Pilkada Lamteng 2020

Pasangan Rycko-Jos Dapat Dukungan dari Ikatan Keluarga Minang di Pilkada Bandar Lampung 2020

Pilkada 2020 di Lampung, Bawaslu Jangan Ragu Laporkan Pelanggaran Protokol Covid-19 ke Polisi

"Aparatur (ASN) sudah jelas aturannya, harus netral dan tidak berpolitik praktis. ASN harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjaga persatuan NKRI," jelasnya.

Mantan Sekkab Lamteng itu menegaskan, ASN yang terbukti tidak menjaga netralitas maka ia akan menghadapi sanksi sedang dan berat sebagai konsekuensinya.

"Karena tidak ada sanksi ringan untuk ASN yang melanggar (netralitas). Yang ada sanksi sedang dan berat. Yang paling berat penundaan kenaikan pangkat hingga pemberhentian," pungkasnya.

Tanggapan Asisten I

Terkait penyaluran paket sembako dari program Baznas dan Pemkab Lampung Tengah, Asisten I Bidang Pemerintah Kusuma Riyadi mengaku sudah mengkonfirmasi terkait tata penyalurannya.

Asisten I Bidang Pemerintah, Kusuma Riyadi, menerangkan, program pembagian bantuan paket dari Baznas untuk keluarga pasien ODGJ, merupakan usulan dari Dinas Kesehatan (Diskes) kepada bupati.

"Untuk paket sembako kepada pasien ODGJ Diskes yang mengajukan usulan, berkoordinasi dengan bupati atas persetujuan pusat," terang Kusuma Riyadi.

Kusuma melanjutkan, pembagian paket bagi ODGJ merupakan masuk dalam kriteria penerima bantuan (Masahik) kriteria dari Baznas.

Saat dikonfirmasi terkait penggunaan gambar salah satu calon di amplop penerima bantuan, Kusuma mengakui jika dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Baznas.

"Ya, itu sudah kami koordinasikan kepada Baznas, supaya jangan dipakai lagi (amplop bergambar Loekman Djoyosoemarto) jika nanti masih ada pembagian di setiap kecamatan," ujarnya.

Untuk Pasien ODGJ

Kepala Baznas Lampung Tengah, Sutrisno, saat dikonfirmasi mengatakan pembagian paket sembako kepada keluarga pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sudah berlangsung sejak 2019.

Program pembagian sembako itu lanjut Sutrisno, merupakan kerjasama Baznas dengan Pemkab Lampung Tengah.

Namun begitu ia menjelaskan, penyaluran paket sembako dari pihak Baznas kepada masing-masing penyalur di setiap kecamatan terakhir kali pada 23 September lalu.

"Itu (penyaluran paket sembako) untuk pasien ODGJ. Terakhir kali barang-barang itu (pendistribusian) tanggal 23 (September) lalu," ujar Sutrisno.

Saat dikonfirmasi terkait jadwal pembagian paket kepada penerima di setiap kecamatan, Sutrisno menyebutkan hal itu menjadi tanggung jawab dia setiap kecamatan.

"Bisa jadi telat ngasihnya (ke penerima) ke (keluarga) pasien ODGJ. Soal pendistribusian saya gak paham. Soal pembagian setiap puskesmas mungkin punya jadwal sendiri. Langsung saja ke yang bersangkutan (Puskemas Kalirejo)," pungkasnya.

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kalirejo temukan pembagian paket kepada warga, yang di dalamnya terdapat gambar salah satu calon di Pilkada Lampung Tengah.

Temuan Panwascam itu didapati oleh pihak Panwascam, Jumat (2/10/2020) lalu di Kampung Sribasuki.

Pembagian dilakukan oleh pihak Puskesmas Kalirejo.

Gambar Calon

Kepala Panwascam Kalirejo, Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi menyebutkan, yang menjadi persoalan terkait penyaluran bantuan dari Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) itu, adalah terkait gambar salah satu calon.

"Jadi kami dapati temuan pembagian sembako oleh pihak Puskesmas (Kalirejo) kepada sejumlah warga di Kampung Sri Basuki. Salah satunya ada amplop bergambar calon bupati," kata Slamet Riyadi, Senin (5/10/2020).

Lanjut Slamet, pihaknya sudah mencoba meminta keterangan dari Kepala Puskesmas Kalirejo Lisye Yunita terkait temuan itu, namun langkah klarifikasi terhalang.

BREAKING NEWS Panwascam Temukan Pembagian Sembako Bergambar Calon di Pilkada Lamteng 2020
BREAKING NEWS Panwascam Temukan Pembagian Sembako Bergambar Calon di Pilkada Lamteng 2020 (Dokumentasi)

"Kami sudah minta keterangan Kepala Puskesmas, namun terhalang, karena ditolak oleh suaminya. Alasannya, istrinya hanya menjalankan instruksi dari Baznas (Lamteng)," terangnya.

Terkait temuan itu kata Slamet, pihak Panwascam telah melaporkan temuan itu kepada pihak Bawaslu Lampung Tengah.

Karena menurutnya, pembagian paket sembako tidak hanya dilakukan di Kampung Sri Basuki, tapi di dua kampung lainya yakni Kalidadi dan Sriwelangsap. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved