Kasus Corona di Lampung
2 Puskesmas di Tanggamus Siap Jadi Tempat Isolasi Pasien Positif Covid-19
Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan, saat ini ada dua puskesmas di Tanggamus yang siap sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Tri Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan, saat ini ada dua puskesmas di Tanggamus yang siap sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Diskes Tanggamus Basri mengatakan, dari kedua puskesmas itu, satu di antaranya sudah siap secara administratif.
Menurut Basri, siap secara administratif adalah keputusan bersama antara pihak puskesmas dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di sekitar puskesmas tersebut.
Keputusan bersama tersebut, kata Basri, menjadi dasar untuk menangkal penolakan dari masyarakat sekitarnya.
"Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo sudah membuat kesepakatan bersama para tokoh, dan sudah siap."
Baca juga: Pasien Covid-19 di Metro Tambah 4, Satu Pasien Kerja di Pemkab Lampung Timur Sedang Hamil
Baca juga: 2 Pengguna Sabu di Tanggamus Ditangkap Polisi, 1 Orang Mantan Honorer Satpol PP
"Sedangkan puskesmas lainnya masih dalam proses dan tunggu jadwal pertemuan untuk buat kesepakatan bersama," kata Basri, Rabu (11/11/2020).
Kesepakatan itu sebagai tindak lanjut pelaksanaan peraturan bupati nomor 440/6458/25/2020 tentang Pemanfaatan Ruang Isolasi di UPT Puskesmas untuk Pasien Covid-19.
Inti isi perbup, dengan keterbatasan ruang isolasi di RSUD Batin Mangunang, maka akan dimanfaatkan puskesmas bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atas pertimbangan medis.
Baik dari penduduk setempat atau wilayah lain.
"Jadi dengan perbup itu, puskesmas bisa dimanfaatkan, sebab selama ini memang sudah disiapkan ruang isolasi di 13 puskesmas," terang Basri.
Ia menambahkan, nantinya puskesmas juga berkoordinasi dengan satgas gugus tugas tingkat kecamatan dan pekon, agar pemanfaatan puskesmas berlangsung lancar.
Sedangkan untuk puskesmas yang siap lainnya, terus Basri, adalah Puskesmas Ngarip, Ulu Belu, Tanggamus.
Selama ini, puskesmas tersebut telah merawat tiga pasien Covid-19 dan kini telah selesai isolasinya.
Namun, untuk administratif, berupa kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat dan agama, belum dibuat tertulis.
"Untuk Puskesmas Ngarip hanya kesepakatan dengan tokoh saja yang belum ada, rencananya Selasa depan (17/11/2020)."
"Tapi kalau pelaksanaan di sana sudah pernah jadi tempat isolasi," terang Basri.
Pemanfaatan 13 puskemas rawat inap di Tanggamus sebagai solusi mengatasi penuhnya daya tampung RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Tanggamus.
Saat ini, rumah sakit tersebut kondisinya penuh pasien Covid-19.
Tercatat, lanjut Basri, ada 38 pasien Covid-19 yang masih dirawat.
Kondisi para pasien tanpa gejala atau OTG.
Dirut RSUD Batin Mangunang dr Benson Ginting mengungkapkan, jumlah tempat tidur di ruang isolasi sebanyak 36 tempat tidur.
Lalu, dua tempat tidur lagi sebagai cadangan untuk pasien yang miliki penyakit bawaan.
"Kondisinya sekarang ini bisa dikatakan overload. Kami ada 36 tempat tidur, dua cadangan, dan sekarang pasien dirawat ada 38 orang," ujar dr Benson Ginting.
Selanjutnya, ia belum bisa pastikan, kapan pasien yang kini dirawat sembuh, guna cukupkan daya tampung.
Sebab, untuk itu harus dilengkapi dengan uji laboratorium keadaan pasien, agar negatif Covid-19.
"Kalau itu (kapan pasien sembuh) saya belum tahu, harus dipastikan dulu," ujar dr Benson Ginting.
Benson menjelaskan, sebenarnya daya tampung RSUD Batin Mangunang Kota Agung sudah ditambah dari semula.
Semula disiapkan 13 tempat tidur, lalu ditambahkan lagi setelah kasus Covid-19 meningkat.
"Solusinya kalau tambah lagi (pasien Covid-19) ya dirawat di puskesmas."
"Maka tinggal kesiapan diskes untuk itu, sebab sekarang juga sudah ada keputusan bupati kalau puskesmas bisa merawat pasien Covid-19," tandas dr Benson Ginting.
(Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)